
BERSIH TOTAL: Umat Kelenteng Hong San Ko Tee membersihkan rupang Dewi Samudra.
JawaPos.com – Perayaan Sincia (bulan pertama baru) atau Tahun Baru Imlek sudah di depan mata. Sabtu (21/1) umat Kelenteng Hong San Ko Tee, Surabaya membersihkan kelenteng hingga memandikan rupang (patung) dewa-dewa. Itu melanjutkan persembahyangan song shen yang dilaksanakan pada Jumat (20/1), momen mengantar dewa-dewa kembali ke nirwana.
Umat kelenteng yang berlokasi di Jalan Cokroaminoto tersebut bergotong royong memandikan sekitar 100 patung dewa. Misalnya, Thian Shang Shen Mu (Dewi Samudra), Dewa Kwan Kong, dan Dewa Kong Tik Tjoen Ong (Dewa Tuan Rumah dan Keberkahan). Mulai yang berukuran besar hingga yang cuma setinggi 20 sentimeter. Seluruh patung dimandikan secara bergantian.
Itu memang tradisi menyambut Tahun Baru Imlek. ’’Kami lakukan seminggu sebelum tahun baru,” ujar Ikhsan Chandra, salah seorang umat di Kelenteng Hong San Ko Tee.
Pada momen song shen, para dewa kembali ke kahyangan. ’’Mereka kembali untuk melaporkan tingkah laku kita ke Tuhan,” terang pria 56 tahun tersebut. ’’Baik sifat yang buruk maupun yang baik,” tambahnya.
Karena para dewa sudah ke kahyangan, rupangnya dimandikan. ’’Nggak enak kan kalau kita bersihkan saat dewa masih ada. Nggak sopan,” jelasnya. Kerja bakti pemandian patung dewa itu dilakukan secara sukarela oleh seluruh umat kelenteng mulai pukul 08.00.
Mereka membersihkan dengan sangat hati-hati. Layaknya memandikan bayi. Pelan-pelan dengan usapan tangan yang lembut, patung dibasahi. Setelah itu, masing-masing orang membersihkannya dengan kuas, sikat, dan sabun wangi. Sabun diberikan secara merata. ’’Saat memegang, usahakan jangan sampai terbalik,” kata Ikhsan.
Seluruh alat dan bahan masih baru. ’’Sikat baru, kuas baru. Ini untuk menghormati mereka,” katanya. Setelah dirasa cukup bersih, Ikhsan menjelaskan tahap akhir pemandian. Yakni, membilasnya dengan air yang sudah dicampur kelopak bunga mawar. Hal tersebut dilakukan agar patung mendapatkan wangi alami.
Pria kelahiran Mojokerto tersebut menambahkan bahwa tradisi itu dulu dilakukan dengan air teh. Kandungan teh dipercaya bisa memerangi serangan debu yang menempel. ’’Tapi, sekarang sudah diganti dengan sabun,” ujarnya. Meski begitu, perubahan tersebut tidak mengubah makna dan tujuan prosesi pemandian patung dewa.
Menurut dia, para umat percaya dengan memandikan patung dewa, banyak manfaat yang diperoleh mereka. ’’Doa-doa kami dikabulkan. Sebab, Tahun Baru Imlek identik dengan pengharapan yang lebih baik pada tahun baru,” jelas Ikhsan.
Tahun Baru Imlek pekan depan, direncanakan ada sembahyang bersama pada pukul 00.00. Pergantian hari ke awal tahun baru. ’’Ramai sekali. Biasanya silih berganti,” ungkapnya. Lalu, yang tidak pernah ketinggalan adalah tradisi bagi-bagi angpao yang dilakukan saat berkumpul bersama keluarga. (bri/c7/dos/sep/JPG)

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026: Der Panzer Kejar Rekor Sempurna di Fase Grup
