Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 22 Januari 2017 | 23.17 WIB

Agung Arianta, Lulusan Fisika yang Jadi Desainer Baju-Baju Unik

KANCING KHUSUS: Agung Arianta mencobakan baju pada Eko Wahyudi, salah seorang karyawannya. Baju itu memakai bukaan samping. - Image

KANCING KHUSUS: Agung Arianta mencobakan baju pada Eko Wahyudi, salah seorang karyawannya. Baju itu memakai bukaan samping.

Bagi Agung Arianta, mengenakan baju bukan hanya soal gaya. Dia melihat baju lebih pada fungsinya. Di tangan Agung, selembar kain bisa disulap menjadi baju yang unik.



FERLYNDA PUTRI



MEMAKAI baju adalah aktivitas mudah. Tinggal memasukkan tangan ke kolong lengan dan menelusupkan kepala ke lubang baju. Selesai. Kalau yang pakai kancing, ya tinggal dikancingkan saja. Mudah bukan?


Tapi, bagaimana dengan orang-orang yang mengalami keterbatasan gerak? Misalnya, pasien stroke yang tubuh bagian atasnya lumpuh. Bisa-bisa, mereka memeras keringat luar biasa untuk memakai baju secara mandiri.


Pertemuan Agung Arianta dengan dr Valentinus Besin SpS dua tahun lalu menghasilkan gagasan membuat baju bagi pasien stroke. Valen adalah dokter spesialis saraf di RS Premier Surabaya. Dia merasa prihatin dengan pasien stroke. Selama ini dia melihat pasien yang stroke 30 persen sudah mengalami kekakuan. ”Biasanya kaku pada siku dan pergelangan tangan,” tuturnya.


Akibatnya, beberapa pasien enggan keluar rumah setelah terserang stroke. Mereka malas atau susah memakai baju. Busana pun jadi yang model itu-itu saja. Hal tersebut melatarbelakangi ide Valen untuk membuat baju bagi pasien stroke. Namun, dia belum memiliki gambaran bagaimana desain baju tersebut.


Pembicaraan dengan Agung, guru Valen ketika SMA, akhirnya menghasilkan model baju untuk mereka yang mengalami kesulitan gerak pada tubuh bagian atas. Valen yang mengerti bahwa mantan gurunya tersebut gemar berinovasi tidak membuang kesempatan untuk menyampaikan keinginannya. Agung menyanggupi.


Mereka pun berdiskusi dengan Prof dr Moh. Hasan Machfoed SpS(K), guru sekaligus senior Valen. ”Akhirnya saya memiliki gambaran bagaimana kesulitan pasien pascastroke yang mengalami kelumpuhan anggota gerak atas,” tutur Agung. Dia langsung memiliki gambaran bentuk baju seperti apa yang akan diciptakan.


Dalam benak Agung sudah terpikir bahwa baju yang akan didesain berbeda dengan kebanyakan baju biasanya. Bagian kanan dan kiri baju tidak dijahit. Dengan begitu, pasien cukup memasukkan kepalanya ke lubang leher baju.


Pasti terbayang bahwa baju akan terlihat tidak normal karena kanan-kirinya tidak dijahit. Tunggu dulu! Bagian kanan dan kiri diberi ’’kancing’’. Tentu tidak memakai kancing kecil yang harus ditelusupkan ke dalam lubang sempit.


Mula-mula, pria asli Jogjakarta tersebut memasang kancing magnet. ”Tapi, kalau magnet akan susah untuk pencuciannya,” jelas Agung. Akhirnya dipilih kancing velcro. Kancing jenis tersebut cukup mudah digunakan oleh mereka yang memiliki keterbatasan gerak. ”Cukup diusap, kancingnya akan saling menempel,” imbuh Agung. Velcro memakai sistem pengait antara bidang kasar dan bidang halus. Seperti biasa dipakai pada sepatu anak-anak nontali. Kalau dibuka, bunyinya krek...


Agung membuat dua jenis baju. Satu untuk baju nonformal dan satu lagi baju batik. Baju tersebut tidak hanya didesain untuk laki-laki. Bahkan, perempuan berhijab pun bisa. ”Tinggal disesuaikan saja panjang lengannya,” tutur alumnus Pendidikan Fisika Universitas Sanata Dharma Jogjakarta tersebut.


Kini hak paten baju itu tengah diurus. Agung, Valen, dan Hasan sepakat bahwa baju tersebut akan memiliki label MHM. Label itu diambil dari singkatan nama Hasan.


Setelah hak paten diterbitkan, mereka berniat untuk memproduksinya dalam jumlah besar. ”Harapannya, seluruh yang mengalami kesulitan bagian tangan bisa memiliki baju yang memudahkan mereka,” ucap Agung. Sebelum dipatenkan, baju dicobakan untuk pasien stroke.


Jika baju dianggap berhasil, Agung dan Valen berencana untuk membuat celana. Celana dibuat agar ramah terhadap mereka yang sulit menggerakkan kaki. Namun, Agung mengaku belum memiliki gambaran bentuk celana itu bakal seperti apa.

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore