Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 22 Januari 2017 | 23.13 WIB

Awan Kumulonimbus Picu Langit Gelap

MENDUNG MENGGANTUNG: Awan tebal melingkupi tengah kota kemarin. Hujan deras juga disertai angin kencang. - Image

MENDUNG MENGGANTUNG: Awan tebal melingkupi tengah kota kemarin. Hujan deras juga disertai angin kencang.

JawaPos.com – Hujan yang mengguyur Surabaya dan sekitarnya mulai Sabtu (21/1) sore hingga Minggu (22/1) dini hari cukup lebat. Data di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak menunjukkan kecepatan angin cukup kencang. Pada saat-saat tertentu bisa mencapai 50–60 kilometer per jam.


Prakirawan Arizal Rahman Fathoni mengatakan, hujan dimulai dari Surabaya Selatan. Data di radar menunjukkan pukul 15.00–15.20 terjadi gumpalan awan kumulonimbus (CB) di wilayah perbatasan Surabaya dan Sidoarjo. Gumpalan itu semakin banyak sehingga membuat langit gelap. ’’Kepekatan itu sudah bisa menjadi tanda potensi hujan sangat tinggi,’’ katanya.


Sekitar pukul 15.30, hujan mulai mengguyur wilayah Surabaya Selatan dan Sidoarjo. Hujan disertai angin kecang dan petir. Pada saat yang sama, angin bertiup dari barat daya ke timur laut. Awan pun terdorong ke arah tersebut. Akibatnya, Surabaya Tengah dan Utara pun turut hujan.


Dalam hujan akhir pekan itu, kawasan yang cukup parah berada di sekitar Menanggal, Siwalankerto, Waru, Buduran, dan Taman. Hujan lebat disertai angin. Banyak pengendara roda dua yang terpaksa menepi saat berkendara. Itu dilakukan karena terpaan angin cukup kencang. Hujan juga mengakibatkan jarak pandang berkurang.


Kebanyakan pengendara yang melewati Jalan Ahmad Yani mengurangi kecepatan. Di kawasan lain terjadi hal yang sama. Misalnya di kawasan Wiyung, Darmo Permai, Gunung Anyar, dan middle east ring road (MERR). Pengendara tidak berani melaju kencang di sepanjang jalan tersebut.


Genangan air juga muncul. Di kawasan Darmo Indah, misalnya, banjir mencapai 20 sentimeter. Kondisi tersebut menghambat laju kendaraan di sepanjang jalan itu.


Hari ini, lanjut Rizal, hujan berintensitas ringan hingga sedang masih terjadi. Perkiraan sementara, hujan terjadi sore hingga malam. Kecepatan angin dalam kondisi normal sekitar 15 knot atau 30 kilometer per jam. Namun, pada kondisi tertentu bisa lebih kencang, yakni di angka 50–60 kilometer per jam.


Aspek yang perlu diwaspadai bukan angin yang cukup kencang. Melainkan banyaknya awan CB di udara. Awan tersebut sangat berbahaya. Selain menjadi tanda potensi hujan tinggi, awan CB sangat membahayakan penerbangan, yakni turbulensi di udara. Lalu, untuk permukiman, dikhawatirkan awan CB memunculkan angin puting beliung.



Meski begitu, Rizal meminta masyarakat tidak khawatir. Fenomena tersebut masih wajar. Awan CB memang tebal, tapi tidak sampai menimbulkan celaka. (riq/c19/git/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore