
MENDUNG MENGGANTUNG: Awan tebal melingkupi tengah kota kemarin. Hujan deras juga disertai angin kencang.
JawaPos.com – Hujan yang mengguyur Surabaya dan sekitarnya mulai Sabtu (21/1) sore hingga Minggu (22/1) dini hari cukup lebat. Data di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak menunjukkan kecepatan angin cukup kencang. Pada saat-saat tertentu bisa mencapai 50–60 kilometer per jam.
Prakirawan Arizal Rahman Fathoni mengatakan, hujan dimulai dari Surabaya Selatan. Data di radar menunjukkan pukul 15.00–15.20 terjadi gumpalan awan kumulonimbus (CB) di wilayah perbatasan Surabaya dan Sidoarjo. Gumpalan itu semakin banyak sehingga membuat langit gelap. ’’Kepekatan itu sudah bisa menjadi tanda potensi hujan sangat tinggi,’’ katanya.
Sekitar pukul 15.30, hujan mulai mengguyur wilayah Surabaya Selatan dan Sidoarjo. Hujan disertai angin kecang dan petir. Pada saat yang sama, angin bertiup dari barat daya ke timur laut. Awan pun terdorong ke arah tersebut. Akibatnya, Surabaya Tengah dan Utara pun turut hujan.
Dalam hujan akhir pekan itu, kawasan yang cukup parah berada di sekitar Menanggal, Siwalankerto, Waru, Buduran, dan Taman. Hujan lebat disertai angin. Banyak pengendara roda dua yang terpaksa menepi saat berkendara. Itu dilakukan karena terpaan angin cukup kencang. Hujan juga mengakibatkan jarak pandang berkurang.
Kebanyakan pengendara yang melewati Jalan Ahmad Yani mengurangi kecepatan. Di kawasan lain terjadi hal yang sama. Misalnya di kawasan Wiyung, Darmo Permai, Gunung Anyar, dan middle east ring road (MERR). Pengendara tidak berani melaju kencang di sepanjang jalan tersebut.
Genangan air juga muncul. Di kawasan Darmo Indah, misalnya, banjir mencapai 20 sentimeter. Kondisi tersebut menghambat laju kendaraan di sepanjang jalan itu.
Hari ini, lanjut Rizal, hujan berintensitas ringan hingga sedang masih terjadi. Perkiraan sementara, hujan terjadi sore hingga malam. Kecepatan angin dalam kondisi normal sekitar 15 knot atau 30 kilometer per jam. Namun, pada kondisi tertentu bisa lebih kencang, yakni di angka 50–60 kilometer per jam.
Aspek yang perlu diwaspadai bukan angin yang cukup kencang. Melainkan banyaknya awan CB di udara. Awan tersebut sangat berbahaya. Selain menjadi tanda potensi hujan tinggi, awan CB sangat membahayakan penerbangan, yakni turbulensi di udara. Lalu, untuk permukiman, dikhawatirkan awan CB memunculkan angin puting beliung.
Meski begitu, Rizal meminta masyarakat tidak khawatir. Fenomena tersebut masih wajar. Awan CB memang tebal, tapi tidak sampai menimbulkan celaka. (riq/c19/git/sep/JPG)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
