Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 22 Januari 2017 | 22.53 WIB

Proyek Underpass Bundaran Satelit Telat, Pemindahan Pipa PDAM Jangan Molor

FONDASI: Besi beton disiapkan di lokasi proyek underpass. - Image

FONDASI: Besi beton disiapkan di lokasi proyek underpass.

JawaPos.com – Pembangunan underpass Bundaran Satelit ditarget rampung tahun ini. Na­mun, pengerjaan terkendala pemindahan pipa primer PDAM Surya Sembada berdiameter 1 meter. Kontraktor berharap, pemindahan pipa diselesaikan empat bulan. Bila pemindahan pipa molor, rencana proyek juga molor.


Pipa PDAM itu berada di sisi timur Bundaran Satelit. Letaknya tidak jauh dar­i Simpang Mayjen Sungkono. Pipa tersebut berada di kedalaman 5 meter. Karena dilintasi pr­oyek underpass, pipa harus didalamkan hingga 10 meter. Secara aturan, pemindahan utilitas dibebankan kepada PDAM sebagai pemilik utilitas. Namun, PDAM b­elum juga melelang pengerjaan tersebut.


Manajer Sekretariat PDAM Ari Bimo Sakti mengatakan bahwa terjadi perubahan metode pemindahan. PDAM menginginkan pengerjaan dilakukan dengan sistem hot tap. Dengan­ menggunakan teknik tersebut, pemindahan proyek tidak akan mengganggu distribusi air ke pelanggan. ’’Jangkauan pipa itu luas. Mulai Mayjen Sungkono hingga MERR (middle east ring road),’’ ujarnya.


Dia mengatakan, bila pipa tersebut tidak berfungsi, ribuan pelanggan di Surabaya bakal melakukan protes. Apalagi, pemindahan membutuhkan waktu berminggu-minggu.


Sebelumnya, PDAM berencana memindahkan pipa itu dengan menggunakan metode konvensional. Namun, metode tersebut dikaji ulang dan akhirnya diganti dengan metode baru. Pipa harus disambung terlebih dahulu sebelum pipa utama dipotong. Dengan begitu, air tetap mengalir ketika pipa utama didalamkan. Hanya, metode itu lebih mahal. Saat ini metode masih dikaji. Setelah selesai, PDAM bakal melaksanakan lelang untuk mendapatkan kontraktor yang mengerjakan.


Manajer Proyek PT Pembangunan Perumahan(PP) Saleh Hendro mengharapkan pemindahan dilakukan secepatnya. Bila pipa tidak dipindahkan, pihaknya tidak bisa mengeruk jalan untuk underpass. ’’Paling tidak Mei harus selesai,’’ ujarnya.


Karena pengerjaan proyek bundaran di sisi Mayjen Sungkono masih terkendala pipa, pengerjaan pengerukan dilakukan dari Jalan HR Muhammad. Jalur underpass bakal dimulai dari bawah jembatan tol Jalan HR Muhammad. Pengerukan dijadwalkan sampai di titik pipa pada Juni mendatang. Bila pipa selesai sesuai dengan harapan pada Mei, kontraktor yakin proyek tidak akan molor.


Untuk pengerjaan proyek tersebut, jalan simpang HR Muhammad bakal ditutup. Sebelum menutup jalan, kontraktor terlebih dahulu membuat jalan melintang di atas underpass. Jalan tersebut digunakan agar arus kendaraan bisa tetap melintas.


Hingga Sabtu (21/1), kontraktor telah memasang 340 bor pile dari 1.200 titik yang harus dikerjakan. Pelebaran Jalan HR Muhammad juga dikerjakan. Dengan begitu, progres pengerjaan terus berjalan.



Proyek underpass bakal menjadi solusi kemacetan Surabaya barat. Sebab, daerah Mayjen Sungkono dan HR Muhammad menjadi salah satu titik pusat perekonomian Surabaya. Terdapat mal, perkantoran, sekolah, hotel, dan kawasan pertokoan. Pembangunan jalur tembus bawah tanah tersebut menjadi yang pertama di Surabaya. Surabaya bakal membuat satu lagi underpass di Bundaran Dolog. Namun, pengerjaannya masih terkendala dana. (sal/c4/git/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore