Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 22 Januari 2017 | 22.50 WIB

Camp Seru untuk Anak

MINIATUR KOTA: Zoey Sudarga (tengah) asyik menata peta transportasi tiga dimensi Sabtu (21/1) di Fun Breakers Indonesia Camp. - Image

MINIATUR KOTA: Zoey Sudarga (tengah) asyik menata peta transportasi tiga dimensi Sabtu (21/1) di Fun Breakers Indonesia Camp.

JawaPos.com – Belajar bisa dilakukan dengan cara apa pun. Asalkan suasananya menyenangkan, anak-anak pasti lebih mudah menyerap materi. Tidak perlu gadget, pilihan lainnya adalah bermain bersama teman-teman. Misalnya, yang terlihat di Fun Breakers Indonesia (FBI) Camp, Sabtu (21/1).


Kegiatan tersebut diikuti 20 anak. Permainan mengasyikkan yang mereka jalani bermanfaat buat pembentukan karakter. Ada tiga jenis kegiatan dalam camp yang berlangsung selama 4,5 jam tersebut. Antara lain, 3D Transportation Map, Cooking, dan Sience Class. Setiap sesi berlangsung selama 1,5 jam.


Namanya juga anak-anak, ada yang terlihat serius dan tekun. Tidak sedikit yang aktif bergerak ke sana-kemari keliling ruangan. Pada sesi art membuat 3D Transportation Map, terdapat delapan anak berusia 2–8 tahun yang mengikutinya. ’’Aku mau buat gedung,’’ ucap Zoey Sudarga. ’’Kalau taruh mobil-mobilan di depannya,’’ sahut Kimberly Clarabelle Ernesto. ’’Bagaimana caranya ini?’’ tanya lagi Zoey kepada guru yang mendampingi.


Setelah memperhatikan instruksi guru, Zoey berusaha membuat 3D Transportation Map. Dia menempatkan gedung berwarna cokelat di kiri. Lalu, ada tambahan bangunan hitam di sisi kanan. Di tengah-tengah jalan, bocah 2,5 tahun tersebut meletakkan mobil-mobilan. Setelah kelas art, Zoey dkk mengikuti kelas memasak. Para peserta camp diajak membuat jajanan tradisional getuk lindri.


Sementara itu, Owner FBI Camp Lisa Fanggih Winarta menerangkan, para peserta bebas memilih aktivitas kesukaan mereka. Setiap kegiatan memberikan banyak manfaat positif. ’’Dalam sesi membuat 3D Tranportation Map, misalnya. Mereka diajari membuat suasana kota dari kertas,’’ katanya.



Di kelas memasak, para guru bercerita menu masakan. ’’Apa itu? Kenapa kita bikin itu? Jadi, guru juga storyteller,’’ katanya. Harapannya, anak menjadi lebih tanggap, bisa bekerja sama, bersosialisasi kuat, dan kreatif. ’’Juga, biar nggak main gadgetterus,’’ tambahnya. (bri/c15/nda/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore