
HABIT: Satria Dharma (kiri) meminta siswa SMP/MTs se-Sidoarjo rutin menulis guna pembiasaan dan latihan.
JawaPos.com – Lebih dari seratus siswa SMP/MTs se-Sidoarjo berkumpul. Mereka mendapat pelatihan penulisan kreatif oleh sejumlah penulis di Balai Pengembangan Media Televisi Pendidikan di Desa Kwangsan, Sedati. Hasil tulisan mereka rencananya dicetak menjadi sebuah buku.
Sejumlah penulis buku hadir sebagai narasumber. Yakni, Drs Satria Dharma, Drs Much Khoiri MSi selaku penulis dan juga dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Diah Litasari MPd yang juga menjabat ketua Gerakan Anak Indonesia Membaca, serta penulis Eko Prasetyo SS MIKom.
’’Saya sarankan mereka menulis pengalaman mereka sehari-hari karena tahapnya masih latihan,’’ ujar Khoiri.
Cara menulisnya tidak perlu bingung. Menulis itu ibarat bercerita. Bercerita saat bertemu teman maupun keluarga. Bahasa seperti itu disebut bahasa tutur. Menuliskannya asyik, tetapi malah semakin mudah dipahami. ’’Pakai bahasa tutur dan pengalaman itu jadi latihan yang mudah. Mereka nantinya juga mudah bereksplorasi jika menulis hal yang mereka pahami,’’ katanya.
’’Eksplorasinya gampang, coba mulai dengan pertanyaan ke diri sendiri tentang hal yang akan ditulis, lalu jawab-jawab sendiri,’’ tuturnya. Dengan begitu, akan muncul kebiasaan untuk mengorek suatu hal dan berusaha mendeskripsikannya.
Untuk menulis kreatif, bagaimana bahan tulisan tadi bisa dikemas dengan bumbu-bumbu tertentu. ’’Kreatifnya ada di bumbu-bumbu itu,’’ ungkapnya. Bumbu tersebut bisa berupa deskripsi yang detail dan terperinci sehingga membuat pembaca seakan-akan merasakan secara langsung. Juga, membuat pembaca bisa membayangkan. Bisa juga dengan tambahan-tambahan filosofi, beragam metafora, dan fakta-fakta yang sesuai.
Khoiri meminta para peserta untuk rutin menulis guna pembiasaan dan latihan. Luangkan waktu tertentu untuk menulis. Tidak ingin berhenti pada hari itu saja, Khoiri juga meminta peserta untuk menulis karangan bebas. Bisa berupa cerpen, tulisan fiksi, serta nonfiksi. Juga, bisa cerita rakyat serta pendapat tentang suatu hal. Mereka diberi waktu seminggu untuk menuliskannya. Tulisan tersebut dikirim ke e-mail tertentu. Nantinya kumpulan tulisan mereka dijadikan satu menjadi buku. ’’Tulis apa saja, yang nggak boleh itu kalau cuma menulis nama dan sekian,’’ ujarnya yang disusul tawa para peserta.
’’Dijelaskan banyak, jadi tahu caranya nulis. Tapi, yang terpenting yang saya dapat tadi harus mau rutin menulis,’’ kata Adam Romero, siswa kelas VII-A SMP 10 November yang Sabtu (22/1) turut menjadi peserta. Selain itu, dia jadi paham bahwa menulis butuh target yang harus dicapai. Target tadi digunakan untuk membantu mengukur kemampuan diri.
’’Tadi sih disarankan di waktu luang,’’ ucapnya. Bisa pagi setelah salat Subuh atau malam. Untuk kontennya, dia menyebut harus yang menarik. Bebas bersumber dari mana saja. Pengalaman diri sendiri maupun pengalaman orang lain. (uzi/c15/hud/sep/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Levante vs Real Betis di Liga Spanyol 2026/2027: Tim Tamu Bisa Curi 3 Poin!
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Newcastle di Liga Inggris 2026/2027: Sengit, Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Coventry City vs Hull City di Liga Inggris 2026/2027: Bisa Berakhir Imbang!
Prediksi Susunan Pemain Sevilla vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Go Ahead Eagles di Liga Belanda 2026/2027: Kans Tuan Rumah Pesta Gol!
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Bournemouth vs Everton di Liga Inggris 2026/2027: Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Real Sociedad vs Espanyol: Los Periquitos Bisa Curi Poin di Anoeta?
Prediksi Skor Leeds United vs Brentford: The Bees Siap Sengat Tuan Rumah di Elland Road!
