Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 22 Januari 2017 | 21.10 WIB

Jangan Paksakan Gelar UNBK dengan Bebani Siswa

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com – Pungutan kepada orang tua siswa oleh sejumlah sekolah SMA untuk pengadaan komputer disayangkan sejumlah pihak. Sebabm ujian nasional berbasis komputer (UNBK) merupakan program pemerintah, sehingga pengadaan komputer juga seharusnya dari pemerintah.

“Semestinya UNBK jangan dipaksakan dan dijalankan lebih dulu kalau ujung-ujungnya dibebankan kepada orang tua murid. Bisa pakai ujian manual atau pakai cara lain,” kata Anggota Komisi IV DPRD Majalengka Sudibyo BO kepada Radar Majalengka (Jawa Pos Group).

Menurutnya, program tersebut bisa dijalankan sekolah yang sudah siap dalam sarana dan prasarana secara bertahap. Tidak langsung semuanya karena terkesan dipaksakan.

Orang tua murid, menurutnya, menerima karena demi anak lulus UNBK. Namun tetap memberatkan orang tua siswa khususnya kalangan tidak mampu. Sehingga pihaknya mengingatkan setiap sekolah sebaiknya mencari solusi yang tepat.

“Tidak ada artinya anggaran BOS kalau masih melakukan pungutan kepada orang tua murid. Kami prihatin melihat pemberitaan saat ini, ada sejumlah sekolah yang sudah melakukan pungutan untuk pengadaan komputer,” imbuhnya.

Politisi Golkar ini menyinggung regulasi Mendikbud yang melegalkan pungutan. Peluang akan terus ada bagi sekolah manapun untuk melakukan pungutan. “Sekolah khususnya SMA harus bicara dulu kepada pemprov terkait UNBK, karena kami yakin ada solusi lain tanpa harus memberatkan orang tua siswa,” tegasnya.

Sementara itu, salah seorang orang wali murid, Abdurahman mengaku sampai saat ini belum ada informasi atau undangan rapat dari sekolah terkait rencana pelaksanaan UNBK. Beberapa hari terakhir ini anaknya mengatakan ada patungan untuk kegiatan di sekolah yang nilainya tidak besar.

“Mungkin karena anak saya masih duduk di kelas X jadi tidak dibebani. Memang belum ada informasi dari pihak sekolah, atau mungkin karena sarana dan prasarana untuk pelaksanaan UNBK di sekolah anak saya itu sudah memadai sehingga tidak ada pungutan untuk ini,” jelas orang tua yang putrinya sekolah di SMAN 2 Majalengka ini. (ono/yuz/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore