Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 22 Januari 2017 | 20.57 WIB

Jawara Zero Waste Menembus Awan Genting Highlands, Berfoto dengan Prajurit Penjaga Istana Negara

ISTIMEWA: Kereta gantung di atas perbukitan Genting, Singapura. - Image

ISTIMEWA: Kereta gantung di atas perbukitan Genting, Singapura.

JawaPos.com – Tiga tim pemenang Sidoarjo Zero Waste 2016 benar-benar bersyukur. Selain menimba pengetahuan seputar lingkungan hidup, mereka bisa menelisik sejumlah destinasi wisata. Pada hari kedua kunjungan di Malaysia, anak-anak muda itu berkesempatan ke Genting Highlands. Sebuah tempat wisata di Negara Bagian Pahang.


’’Waktunya menikmati dataran tinggi dengan naik kereta gantung terpanjang se-Asia,’’ teriak anggota rombongan tim pemenang Sidoarjo Zero Waste. Yakni, tim Kampoeng Sinau, EKSIS Forever, dan Trash One.


Jarak hotel di Kuala Lumpur dengan destinasi Genting Highlands tidak seberapa jauh. Kira-kira dari Porong ke Surabaya. Waktu tempuh sekitar satu jam. Sama seperti perjalanan dari Johor Bahru ke Kuala Lumpur, sepanjang perjalanan tim pemenang program kerja sama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pemkab Sidoarjo dengan Jawa Pos itu tetap antusias. Bergembira ria! Terlebih, jalur yang dilalui membelah perbukitan. Hamparan pepohonan yang menghijau membuat mata seperti tersiram air. Sejuk.


Di tengah perjalanan, rombongan bisa melihat Bukit Antara Bangsa. Daerah itu adalah kawasan mewah yang menjadi hunian sejumlah pejabat dan artis papan atas negeri jiran. Sebut saja, penyanyi Siti Nurhaliza dengan salah satu lagu populernya, Cindai. Sepintas, kalau melihat dari YouTube, perbukitan-perbukitan tersebut tidak jauh dari Beverly Hills di California, Amerika Serikat (AS).


Satu jam berjalan. Wajah semakin semringah saat tiba di Stasiun Awana. Hawa dingin pun menyambut. ’’Tapi, aku belum pernah naik kereta gantung. Penasaran, tapi ada waswasnya,’’ kata Ahmad Fajar Ramadan, anggota tim Kampoeng Sinaoe, lantas tersipu.


Ya, Stasiun Awana adalah lokasi start kereta gantung terpanjang se-Asia. Panjangnya 4 kilometer. Lebih pendek sedikit daripada Jembatan Suramadu. Fasilitas itu baru dibuka untuk pengunjung awal tahun ini. Kereta gantung tersebut membawa penumpangnya pergi ke Stasiun Hotel First World.


Jumlah penumpang kereta gantung maksimal 10 orang. Kereta gantung akan langsung berjalan meski kuota 10 orang belum penuh. Kereta itu membawa para penumpangnya melintas di atas Hutan Simpan. Keinggiannya hampir 3 kilometer di atas permukaan laut. Benar-benar seru. ’’Horeee..., kita menembus awan Genting Highlands!’’ teriak rombongan.


Setengah jam berselang, kereta gantung sampailah di tempat tujuan. Rombongan berpencar untuk menyusuri kawasan perbelanjaan di lantai 2 Hotel First World. ’’Sungguh puas. Pengalaman berharga yang menyenangkan,’’ ungkap M. Aufa Baharuddin Syah, anggota tim Trash One.


Puas merasakan sensasi melayang dengan kereta gantung yang seolah membelah awan, perjalanan berlanjut ke Negara Bagian Selangor. Durasi perjalanan juga sekitar satu jam. Kali ini, lokasi yang dikunjungi adalah Batu Cave. Di sini, ada kuil di dalam gua. Untuk masuk, pengunjung harus melewati 272 anak tangga. Ternyata angka itu bukan sekadar angka. Ada maksudnya. Konon, nomor 272 dipercaya sebagai angka baik. Lumayan ngos-ngosan juga. Tapi, tetap semangat.


Sebelum menapaki ratusan anak tangga, patung Dewa Morgan menyambut. Tingginya 40 meter. Di sekelilingnya terdapat puluhan patung Dewa Ganesha dengan berbagai ukuran yang lebih kecil. Mulai 1 meter sampai 2 meter. Objek-objek di tempat tersebut sungguh instagramable. ’’Sungguh kesempatan langka,’’ katanya.


Destinasi lain yang dikunjungi adalah Istana Negara di Kuala Lumpur. Dua prajurit militer kerajaan yang berjaga di depan gerbang ternyata juga menjadi sasaran objek latar belakang untuk berfoto. Maklum, penjaga itu unik. Keduanya seolah tidak bergerak sedikit pun selama satu jam berjaga. Seperti patung. Setelah masa berjaga selesai, pos dua prajurit tersebut diganti prajurit lain.



Istana Negara itu mulai digunakan pada 2011 untuk menggantikan istana lama yang berjarak 8 kilometer. Istana lama kini diubah menjadi museum dan dibuka untuk umum. Setelah dari sana, rombongan menuju Dataran Merdeka. Lapangan itu biasa digunakan sebagai tempat upacara Kemerdekaan Malaysia. Semoga pengalaman ini menjadi spirit para peserta untuk ikut program Sidoarjo Zero Waste 2017. (*/c7/hud/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore