
Diskusi IABIE Pasca Dilantiknya Donald Trump
JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berkantor di Gedung Putih. Perjalanan Trump menjadi presiden tidak melenggang begitu mulus karena menghadapi banyak protes dan kecaman. Artis top AS yang biasa memberikan hiburan pada pelantikan presiden pun banyak yang menolak hadir.
Anggota Dewan pakar Ikatan Alumni Program Habibie (IABIE) Rony Mamur Bishri memiliki pandangan dampak kepemimpinan Trump untuk Indonesia ke depan. Menurutnya, pada waktu masa pencalonan, Trump adalah seseorang yang memiliki karakter out of the box, agen perubahan, dan sifat yang berbeda dengan mainstream.
"Trump juga menjanjikan kebijakan politik, ekonomi, dan industri untuk kepentingan masyarakat AS," kata Penerima beasiswa Fullbright ini dalam acara diskusi Donald Trump Sebagai Presiden AS dan Pengaruhnya Bagi Indonesia, Sabtu sore (21/1).
Rony menilai pemikiran kontroversial Trump di antaranya rasisme, anti-imigran, dan pemikiran lain yang tidak sesuai dengan pemikiran "mainstream" AS. Memang, lanjutnya, Trump mengetahui adanya "silent majority" dari kalangan menengah ke bawah yang memiliki pemikiran berbeda dengan "mainstream" AS.
Dalam jajak pendapat kelompok ini tidak terdeteksi sehingga prediksi selalu memenangkan lawannya. "Banyak pihak khawatir pemerintahan yang sarat akan SARA dan melakukan politik tertutup terutama untuk imigrasi dan perdagangan internasionalnya," tegas Rony.
Kebijakan lain yang berubah adalah hubungan dengan Tiongkok, Rusia, dan NATO. Dampak kepemimpinan Trump, kata Rony, tidak akan langsung terasa untuk Indonesia. Perubahan kebijakan di AS tidak hanya domain presiden tapi juga dipengaruhi oleh kongres yang belum tentu sepakat oleh presiden.
"Untuk hubungan politik dengan Indonesia tidak akan banyak perubahan. Namun hubungan ekonomi dan perdagangan internasional akan dipengaruhi pula oleh perubahan kebijakan AS dan Asia terutama Tiongkok," kata Rony.
Menurutnya, Tiongkok sebagai "agent of growth" untuk perekonomian Asia khususnya Indonesia memerlukan kestabilan hubungan dengan AS. Jika AS mengurangi perdagangan dan hubungan ekonomi dengan Tiongkok, perekonomian Tiongkok akan melambat.
"Pelambatan ekonomi Indonesia akan semakin terasa jika Amerika sebagai tujuan ekspor Indonesia menurunkan nilai perdagangannya. Salah satu jalan keluarnya, Indonesia perlu mencari pasar ekspor alternatif sehingga ketergantungan terhadap AS menurun," tegasnya. (cr1/JPG)

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
