
Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberikan sambutan usai dikukuhkan menjadi Datok Perdana Satria Wangsa di Balai Adat Pulau Penyengat.
JawaPos.com - Para tetua adat dari Kerajaan Riau-Lingga sangat berbangga dengan keberhasilan putra rumpun melayu seperti Jenderal Tito Karnavian dalam berkarier di dunia kepolisian mampu mencapai jabatan tertinggi di profesinya, yakni Kapolri.
Atas keberhasilan itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mendapatkan gelar Dato Perdana Satria Wangsa oleh Himpunan Agung Zuriat kerabat Kerajaan Riau-Lingga di Balai Adat Indra Perkasa, Pulau Penyengat, Sabtu (21/1). Pemberian gelar kehormatan itu berlangsung dalam penganugerahan darjah kebesaran kerajaan Riau-Lingga.
Atas pemberian gelar Dato Perdana Satria Wangsa ini, Tito mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat Melayu di Kepri.
Menurutnya, anugrah tersebut sangat berarti, dan akan menjadi motivasi semangat untuk kedepannya dalam menjaga keamanan dan kesatuan negara Republik Indonesia. "Dengan diberikannya kehormatan gelar perdana datok ini. Saya menganggap gelar ini bukan hanya untuk pribadi saja, melainkan juga untuk Polri, agar lebih bersemangat, dan memotivasi, serta memperkuat moral dan moril dalam rangka mempertahankan NKRI," jelas Tito seperti yang dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Minggu (22/1).
Tito menuturkan, Pulau Penyengat merupakan pusat Kerajaan Riau dan Lingga. Meskipun dulunya hanya teritorialnya daerah Riau dan semenanjung Melayu antara Malaysia serta Singapura. Namun pulau Penyengat memiliki rumpun Melayu yang kian berkembang. Buktinya Bahasa Indonesia yang digunakan masyarakat di seluruh negara ini berasaldari bahasa Melayu.
"Kita lihat sumpah pemuda 28 oktober 1948 yang dipilih sebagai bahasa pemersatu adalah bahasa Indonesia yang induknya berasal dari Melayu. Dan ini menunjukkan bahwa kerajaan Melayu Lingga ini memiliki pengaruh yang sangat besar di Indonesia," terangnya.
Untuk diketahui, Tito merupakan putra terbaik yang dimiliki masyarakat Melayu yang berasal dari Tangga Buntung, Palembang, Sumsel. Dikatakannya, pihaknya akan terus berupaya dalam menjalankan tugas demi menegakan hukum, khusunya didaerah Kepri.
"Mudah-mudahan perkembangan pembangunan ekonomi di Kepri bisa segera cepat terlaksana, dan Kepri ini bisa menjadi salah satu daerah yang menjadi sentral pusat ekonomi di Indonesia. Serta kesejahteraan untuk seluruh masyarakatnya bisa segera terwujud,” harapannya.
Prosesi pemberian gelar adat itu disertai dengan serangkaian acara. Mulai dari aksi pencak silat, tari penyambutan sekapur sirih, hingga memasuki prosesi acara penobatan (penabalan) dengan penyematan kelengkapan adat istiadat Melayu diantaranya, pemasangan tanjak, salempang, medali dan pin, keris, serta penyerahan sijil. (cr/20/iil/JPG)

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di 16 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Lionel Messi atau Mohamed Salah
