
DISUKAI: Rombongan wisatawan naik perahu wisata dari Pulau Noko. Pulau kecil tersebut merupakan salah satu destinasi wisata andalan di Bawean.
JawaPos.com- Pemkab Gresik tidak ingin sektor perhotelan dan pariwisata menjadi lesu. Instansi yang bertanggung jawab pada bidang tersebut bakal menggenjot pariwisata untuk mendorong kunjungan warga negara asing (WNA). Pemkab meminta bantuan warga Gresik yang berada di luar negeri.
Berdasar informasi, jumlah warga Gresik yang tinggal di luar negeri memang cukup banyak. Jumlahnya lebih dari lima ribu orang. Sebagian besar menetap di Malaysia, Singapura, dan Thailand. ’’Kami optimistis. Mereka mau ikut mempromosikan tanah kelahirannya,’’ ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Mighfar Syukur saat ditemui di ruangannya kemarin (20/1). Dia menambahkan, pihaknya bakal berkomunikasi dengan warga di luar negeri. Mereka diajak meramaikan destinasi wisata.
Mighfar yakin, kunjungan WNA bakal bertambah pada tahun ini. Dia melihat potensi wisata Gresik cukup besar. Selain religi, disbudpar bakal mengembangkan beberapa tempat rekreasi alam. Di antaranya, Pulau Bawean dan Pantai Delegan yang popularitasnya sedang naik. ’’Kalau religi, kan jumlah wisatawan sudah mentok. Nah, sekarang kami bakal lebih fokus ke alam,’’ paparnya. Mantan Kabaghumas Pemkab Gresik itu menjelaskan, modal untuk berpromosi cukup kuat. Sebab, ketertarikan masyarakat luar terhadap Bawean terus meningkat.
’’Tahun lalu ada 985 WNA yang mengunjungi Pulau Putri (Bawean, Red). Kebanyakan berasal dari Singapura dan Malaysia,’’ kata Mighfar. Dia berharap meningkatnya kunjungan bisa berdampak pada sektor ekonomi. Misal, menarik investor perhotelan. ’’Apalagi, jumlah penginapan atau hotel masih sedikit,’’ tambahnya.
Meski begitu, Mighfar mengakui bahwa pembangunan Bawean membutuhkan dana yang tidak sedikit. Disbudpar bakal mendekati pemerintah pusat dan investor. Sebab, dana APBD tak mungkin cukup untuk pembangunan. ’’Sebenarnya, ada lagi yang kami garis bawahi. Kami bakal menghidupkan wisata kuliner,’’ tuturnya. Dia melihat, kehadiran makanan khas penting untuk menarik wisatawan. Apalagi jumlah kuliner di Gresik cukup banyak dan beragam.
Pengamat pariwisata dari Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya (ITS) Karina Pradinie Tucunan mengingatkan Pemkab Gresik soal pentingnya kalender event. Promosi lewat acara dinilai cukup efektif. Event menunjukkan keseriusan pemkab dalam mengembangkan destinasi wisata. ’’Bentuknya bisa festival atau lainnya. Inilah yang perlu dikembangkan Gresik,’’ katanya. perempuan yang pernah tinggal di Kampung Kemasan itu melihat potensi Bawean perlu terus digali. Pembangunan infrastruktur tidak boleh mandek. (hen/c6/ai)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
