
Grafis
JawaPos.com- Pelaksanaan ujian nasional (unas) dimulai 3 April. Persiapan terus dilakukan. Terutama kesiapan untuk melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK).
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Saiful Rachman menargetkan 100 persen UNBK di Jawa Timur. Terutama untuk jenjang SMA dan SMK. Untuk wilayah kepulauan, menurut Saiful, Pulau Bawean siap melaksanakan UNBK. UNBK di Sumenep, Pulau Madura, sedang dipersiapkan.
Sekolah-sekolah yang siap UNBK harus mulai mematangkan diri dan mendaftarkan diri atau melapor. Sebab, pendaftaran UNBK diterima pusat selambatnya pada 25 Januari mendatang. ’’Persiapan di Jawa Timur sudah 90 persen,’’ katanya.
Sekolah bisa mengoptimalkan komputer yang tersedia di sekolah. Selain itu, sekolah dapat menggunakan laptop milik siswa atau guru. Laptop tersebut harus disterilkan sebelum digunakan. Artinya, laptop dikarantina sekitar seminggu untuk selanjutnya dikoneksikan dengan server.
Pilihan lain, sekolah menggabung sekolah lain. Sekolah bisa ikut menggabung dengan radius lima kilometer dalam center-center atau sekolah penyelenggara. ’’Diperhitungkan kapasitas masing-masing. Semaksimal-maksimalnya kita 100 persen UNBK,’’ jelasnya.
Dalam UNBK, kebutuhan listrik berperan vital. Karena itu, agar ketersediaan listrik tercukupi, pihaknya berencana mengirimkan surat kepada PLN dan Telkom Jatim. Tujuannya, menjaga kestabilan pelaksanaan UNBK. ’’Supaya tidak ada pemadaman,’’ ujar Saiful.
Pada tahun sebelumnya, sekolah menggunakan genset untuk menunjang kecukupan listrik selama UNBK berlangsung. Saiful menegaskan bahwa sekolah tidak perlu memakai genset. Sebab, biaya sewa genset relatif tidak murah. Apalagi, perawatan genset tidak mudah. ’’Kita akan bekerja sama dengan PLN dan Telkom,’’ ungkapnya.
Di tempat terpisah, Kepala SMAN 21 Surabaya Yatno Yuwono menjelaskan bahwa pihaknya baru saja membagikan angket kepada siswa kelas XII. Angket itu berisi pilihan mata pelajaran yang diinginkan siswa untuk UNBK. ’’Kami sampaikan secara lisan anak-anak maunya pelajaran apa,’’ terangnya.
Rencananya, angket tersebut dikembalikan lagi ke sekolah sepekan setelah pembagian. Anak-anak juga diminta mengonsultasikan pilihannya dengan orang tua. Dari angket itu, pihak sekolah tahu mata pelajaran yang paling banyak diinginkan.
Terkait dengan bimbingan belajar, SMAN 21 akan memberikan tambahan pelajaran jika para siswa membutuhkan pemantapan. Meski demikian, mereka tidak terfokus pada mata pelajaran yang menjadi pilihan dalam UNBK. Misalnya, meski banyak siswa IPA yang memilih biologi, fisika dan kimia tetap dipelajari. Sebab, mata pelajaran itu juga diujikan dalam ujian sekolah. ’’Ujian sekolah berstandar nasional (USBN) jadi 25 persen. Soalnya dari pusat,’’ paparnya.
Bukan hanya itu, SMAN 21 bakal menambah empat kali tryout lagi sebelum UNBK berlangsung. Rencananya, dua tryout diselenggarakan pihak sekolah. Dua lainnya diadakan lembaga di luar sekolah. ’’Nanti tryout-nya disesuaikan dengan mata pelajaran pilihan siswa,’’ tandasnya. (puj/ant/c14/nda)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
