
Ilustrasi
JawaPos.com - Kawasan industri di Gunungputri, Cibubur, dan Cileungsi marak menjadi serbuan tenaga kerja asing (TKA). Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bogor Yos Sudrajat menerangkan, beberapa daerah industri di Bogor memang cukup menjanjikan bagi TKA.
Disnakertrans mencatat ada sekitar 713 TKA yang kini bekerja di Kabupaten Bogor. Sebanyak 341 mengantoni izin mempergunakan tenaga asing (IMTA).
“Hanya 341 yang resmi dari total 713 TKA. Umumnya, mereka bekerja di beberapa perusahaan di Gunungputri, Cileungsi, dan Cibubur,” ujarnya kepada Radar Bogor (Jawa Pos Group), Kamis (19/01).
Dia menegaskan, Disnakertrans akan terus mengawasi para pekerja asing ini. Jika terbukti melanggar aturan, mereka tidak segan-segan melakukan tindakan tegas.
“Kalau terbukti tidak tertib akan diberikan sanksi sesuai prosedur,” tegasnya. Dia mengatakan, pemerintah daerah tengah menggarap peningkatan pajak dari sektor tenaga asing.
“Target nominal pendapatannya belum kami bahas. Yang pasti kami tidak bergerak sendiri, tapi kerja sama dengan Imigrasi dan polisi,” ucapnya. (pj/azi/yuz/JPG)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
