
Timo Scheunemann memimpin latihan sekaligus seleksi pemain Persiba Balikpapan.
JawaPos.com - Timo Scheunemann mulai merasakan tertekan sebagai pelatih Persiba Balikpapan. Pasalnya, meski dia sudah puas dengan amunisi yang dimiliki, tapi suporter masih terus menuntut Persiba mendatangkan pemain bintang.
Kendati tak ada pemain dengan nama bsar di skuad Beruang Madu -julukan Persiba, namun Timo optimistis ke depannya akan mengorbitkan pemainnya menjadi bintang. Bahkan sudah mendapatkan gambaran pemain yang mempunyai kans besar menjadi bintang, terutama pemain yang dipertahankan.
“Sebenarnya saya tertekan sebagai pelatih, dalam benak saya sudah ada pemain bintang, tapi dari masyarakat masih biasa saja. Tapi suatu saat mereka akan lihat, di skuad tidak hanya ada Marlon da Silva, melainkan banyak pemain untuk menjadi bintang seperti Melkior dan Hery Susanto,” jelasnya.
Timo mengungkapkan, pemain asing yakni Marlon da Silva, Dedimar Fereira, serta Pavel Sidorenko akan tiba pada Rabu (25/1) mendatang. “Untuk Stretco Mitrovic rencananya Senin sudah merapat ke Persiba. Jadi nantinya dua pemain Asia masih dilihat lagi kemampuannya. Bila keduanya tak cocok, maka manajemen akan mencari lagi,” ujarnya.
Pada hari kedua latihan sekaligus seleksi pemain, Timo masih fokus terhadap pertahanan. Bahkan para pemain diinstruksikan untuk terus menjaga bola-bola daerah agar tidak memberikan ruang gerak bagi lawan untuk memberikan umpan-umpan true pass.
Memang pada latihan kemarin di Stadion Persiba, Timo tak jarang mengulang beberapa kesalahan dari para pemain ketika tak mampu menjaga daerah masing-masing. “Tapi di hari kedua ini pemain sudah mengalami peningkatan. Habis membuat kesalahan, ketika diberikan arahan sudah mampu menjalankan dengan baik tanpa mengulangi kesalahan tersebut,” jelas Timo Scheunemann.
Mantan pemain asing pertama Persiba ini memang berencana membangun kekuatan tim melalui organisasi permainan yang rapi. Artinya, lawan akan dibuat untuk kebingungan ketika harus memberikan umpan. Di samping itu, Timo juga menuntut para pemainnya untuk bisa melakukan pergeseran posisi antara satu pemain dengan pemain lain.
“Mereka harus bisa saling back up. Bila permainan kita rapi dan organisasinya rapi, lawan yang lebih hebat di atas kita bisa diatasi. Karena taktik ini seperti make-up. Cewek biasa pakai make-up bisa cantik. Begitu juga dengan tim, bila taktik bagus dan rapi, maka tim juga akan main bagus,” terangnya. (ham/cal/ira/JPG)

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
