Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 Januari 2017 | 23.08 WIB

Harga Tanah di Kota Malang Luar Biasa

Photo - Image

Photo

 Harga tanah di Kota Malang setiap tahun naik drastis. Bahkan, kenaikan harga tersebut terkadang tidak masuk akal. Dalam edisi ini, Jawa Pos Radar Malang mengupas pertumbuhan harga tanah di beberapa titik strategis di Kota Malang dan Kabupaten Malang.





Banyak orang menyebut Malang sebagai kota impian. Karena selain hawanya sejuk, di kota pegunungan ini juga banyak berdiri lembaga pendidikan yang berkualitas. Tak ketinggalan, juga banyak objek wisata yang menarik hati masyarakat. Tak heran jika banyak orang luar Kota Malang yang memiliki rumah di Malang. Kondisi tersebut membuat harga tanah di Kota Malang menjadi pilihan investasi yang sangat menjanjikan. Pantas saja jika harga tanah di Kota Malang, cepat sekali naiknya.



Misalnya salah satu kawasan strategis yang harga tanahnya selalu naik adalah di kompleks Perumahan Permata Jingga. Tahun 90-an dulu, kawasan itu bisa dibilang kurang diperhitungkan karena lokasinya jauh dari jalan raya. Namun, dengan konsep pembangunan perumahan elite, kini harga tanah di kompleks perumahan tersebut melonjak drastis.



Sejak berdiri pada 1998 silam, Perumahan Permata Jingga yang dikembangkan PT Buanakarya Adi Mandiri itu menjadi salah satu ikon perumahan berkelas di Kota Malang. Dengan jumlah total sebanyak 1.500 unit rumah yang dibangun di lahan seluas 50 hektare, Perumahan Permata Jingga berhasil menyediakan sebuah kompleks hunian yang rapi dan tertata apik dengan berbagai fasilitas yang menarik.



Nilai investasinya pun melesat naik dari tahun ke tahun. Keunggulan-keunggulan itulah yang membuat Permata Jingga menjadi investasi properti terbaik di Kota Malang.



Menurut data yang dimiliki pengembang Permata Jingga, hanya dalam kurun waktu empat tahun, harga tanah di Permata Jingga naik lebih dari tiga kali lipat!



Contohnya pada kurun waktu 2012–2016, harga tanah di perumahan yang ada di kawasan Jalan Soekarno-Hatta tersebut sudah melonjak naik di angka lebih dari 300 persen. Saat ini harga tanah di Perumahan Permata Jingga mulai kisaran Rp 8 juta–Rp 10 juta per m2. Padahal, empat tahun lalu masih jauh dari harga tersebut.



Selanjutnya harga tanah yang fantastis juga terdapat di Jalan Ijen dan Jalan Kawi. Sebab, kawasan Jalan Ijen adalah ikon Kota Malang dan Jalan Kawi menjadi salah satu pusat bisnis strategis. Di Jalan Ijen, harga tanah untuk 1 m2 bisa hingga Rp 20 juta–Rp 50 juta, bahkan lebih bergantung lokasinya.



Sementara itu, Ketua RW 07, Kelurahan Oro-Oro Dowo, Kota Malang, Darmo Sanyoto menyatakan, rumah di kawasan sekitar Jalan Ijen saat ini tidak lagi dijual berdasarkan m2, tapi soal besarnya bangunan. ”Terakhir saya tahu harga rumah seluas 400 m2, harganya Rp 8 miliar. Sehingga jika dibagi per meter persegi, maka harganya Rp 20 juta,” papar laki-laki yang sudah 30 tahun tinggal di kawasan tersebut.



Namun, dia menyatakan, kawasan tersebut sudah tidak diberlakukan penjualan rumah berdasarkan harga tanah per meter persegi. Namun, jika dihitung harga tanah dan bangunannya mulai harga Rp 25 juta–Rp 50 juta per meter persegi.



Sementara itu, Lurah Bareng Hariadi Budhi menyampaikan hal serupa. Selama tiga tahun terakhir, terjadi peningkatan harga tanah yang terlihat dari surat pemberitahuan pajak terutang pajak bumi dan bangunan (SPPT PBB)-nya.



”Tahun 2014 lalu, harga tanahnya Rp 800 ribu per m2. Sedangkan pada 2015–2016, naik menjadi Rp 1,2 juta per m2. Itu yang ada di SPPT PBB dari pemerintah. Kalau di pasaran, malah bisa lebih tinggi lagi,” bebernya.



Berdasarkan kondisi di lapangan, harga yang ditawarkan tidak sesuai yang tertera di SPPT PBB. ”Seumpama harga di SPPT PBB Rp 1,2 juta per m2, di pasaran bisa dijual Rp 3 jutaan per m2,” jelasnya.



Sedangkan untuk harga tanah di sepanjang Jalan Kawi, menurut SPPT PBB-nya yakni Rp 5 juta–Rp 7 juta per m2. Ketika dijual di pasaran, bisa lebih dari itu. Ada yang hingga Rp 25 juta per m2.



Dia menyampaikan, rumah di sepanjang Jalan Kawi hitungannya bukan lagi per meter persegi, tapi dilihat dari bangunannya juga. Hal itu melihat lokasi yang strategis, apalagi berada di pusat kota. Oleh karena itu, tidak jarang rumah yang berada di kawasan itu biasa digunakan untuk bisnis ketimbang rumah pribadi.

Editor: Soejatmiko
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore