
Petugas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama dokter International Animal Rescue Indonesia memeriksa kondisi Kukang yang diamankan dari warga.
JawaPos.com – Kondisi 19 kukang yang diamankan petugas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengenaskan. Satwa langka itu diamankan dari tangan AL, warga Desa Pegagan Lor, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Jumat (20/1).
Dari 19 ekor itu salah satunya masih bayi. Lainnya, 8 jantan dan 10 betina. Sehingga total semua Kukang dengan nama latin Nycticebus Javanicus yang diamankan sebanyak 19 ekor.
“Kondisi semua kukang itu secara umum sehat dan giginya bagus. Namun dari ke-18 kukang tersebut mengalami dehidrasi dan matanya terinfeksi. Mungkin karena kondisi lingkungan,” kata Dr Wendy Prameswari, salah satu tim medis International Animal Rescue (IAR) Indonesia.
Menurut Wendy, kondisi bayi Kukang yang baru lahir sangat mengenaskan. Karena lahirnya terpaksa alias prematur. Hal tersebut disebabkan induknya yang mengalami stres, karena semua kukang hidup satu kandang.
Selain itu, kondisi bayi Kukang mengalami luka. Karena sifat Kukang sendiri merespons induknya yang mengancam akan melukai. Sehingga bayi Kukang tersebut mengalami luka karena induknya.
“Kalau sudah begini ya induknya tidak mau merawat bayinya. Sehingga kami harus rawat sendiri dengan memberi susu dan pengobatan,” ujar Wendy.
Wendy berharap, kondisi Kukang secara umum tidak lama kembali normal. Karena Kukang yang saat ini ada di tangan pengepul terlihat masih liar, sehingga diharapkan cepat kembali normal.
Ahmad Pribadi, Kasubdit Pencegahan dan Pengamanan Hutan Dirjaen Gakkum KLHK mengatakan, keberadaan Kukang dilindungi Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.
Kemudian Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Sehingga tidak di perbolehkan memperjual belikan Kukang secara bebas.
Ahmad melanjutkan, karena Kukang merupakan satwa langka yang gampang setres dan mati, untuk menanganinya harus hati-hati. “Kami hadirkan dokter hewan dan International Animal Rescue (IAR) Indonesia untuk mengecek dan merawat di sini,” kata Ahmad. (cecep/yuz/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Pembangunan Gereja di Citraland Surabaya Ditolak Warga, Ternyata karena salah soal Perizinannya
Jadwal Siaran Langsung Sabah FC vs Persib Bandung di Dewata Challenge Series 2026: Live di Indosiar
5 Weton Aras Kembang yang Bisa Memikat Lawan Jenis karena Kharismatik danMempesona Menurut Primbon Jawa
