Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 Januari 2017 | 21.54 WIB

Warga Nahdliyin Berduka, KH Makhtum Hannan Berpulang...

KH Makhtum Hannan - Image

KH Makhtum Hannan

JawaPos.com - Keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) berduka. Pengasuh Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, Cirebon, KH Makhtum Hannan, meninggal dunia, Sabtu (21/1) pagi. Ulama kharismatik itu meninggal di usia 79 tahun.

Almarhum adalah anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) saat Muktamar Ke-33 NU di Jombang. Dalam struktural Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Makhtum Hannan menjabat sebagai Mustasyar (Dewan Pansihat) PBNU.

Informasi yang dirangkum Radarcirebon.com (Jawa Pos Group), KH Makhtum wafat di kediamannya sekitar pukul 07.30 WIB. Saat ini berita kepulangan almarhum menyebar viral lewat medsos.

“Innalillahi Wainna ilaihi rojiun. Keluarga besar NU berduka mendalam atas berpulangnya KH Makhtum Hannan. Allahummagfirlahu warhamhu,” cuit salah satu akun resmi tiwitter Nahdlatul Ulama.

Menurut Jamaludin Mohammad, salah satu kerabat almarhum, KH Mahtum Hannan wafat karena sakit mag kaut yang sudah lama dideritanya. Sebelum wafat, almarhum sempat dirawat di RSUD Arjawinangun, Cirebon, selama dua hari Sabtu-Minggu (14-15/1).

“Yang pasti almarhum sudah sepuh, juga karena mag yang sudah lama diderita,” kata Jamal. Almarhum akan dikebumikan di Kompleks Pesarean Maqbaroh Kidul KH Abdul Hanan bakda Asar nanti.

KH Zamzami Amin, keponakan almarhum mngatakan, almarhum menyampaikan pesan agar tetap menjaga pendidikan dan pesantren. “Pada waktu sakit sering kali berbicara kepada saya, bahkan sampai sebelum meninggal, beliau berpesan tentang di mana dia akan dimakamkan,” kata Zamzami.

Menurut Zamzami, almarhum menitipkan masyarakat Babakan Ciwaringin dan sekitarnya agar sejahtera. Bahkan, almarhum saat menyampaikan pesan itu sambil menangis karena daya tahan tubuhnya yang sudah tidak kuat lagi.

Tidak hanya pondok pesantren, pendidikan serta kesejahteraan warga sekitar Babakan Ciwaringin, KH Makhtum juga masih memikirkan negara Indonesia. Semua pesan almarhum yang disampaikan kepada dirinya itu terus berulang.

“Beliau juga sambil menangis berbicara kepada saya. Bahwa barangkali beliau sudah tidak ada di dunia ini beliau menitipkan negara supaya tetap kondusif,” ujar Zamzami.

KH Makhtum meninggalkan istri Nyai Hj Aminah Makhtum dan anak-anaknya. Yakni, Ny Hj Ida Frida (istri KH Marzuki Ahal), KH Rahmat Jauhari, H Kholid, H Arsyad, dan Syahid. (cecep/hsn/yuz/JPG)



Editor: Yusuf Asyari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore