
Tukang printer yang diamankan polisi di depan Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw
JawaPos.com - Teror suntik masih mewarnai Kota Jayapura. Karenanya pihak kepolisian terus berupaya untuk mengungkap pelaku aksi suntik penyuntikan yang meresahkan masyarakat tersebut.
Salah satunya dengan cara menggelar razia secara serentak di Polres Jayapura kota dan jajaran. Bahkan, dalam razia tersebut, polisi mengamankan seorang warga berinisial DG yang diduga pelaku teror suntik. Pasalnya, dia kedapatan membawa serangkaian alat Suntik saat diperiksa di lapangan PTC, Kamis (19/1).
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw, saat ditemui di Polsek Jayapura Selatan membenarkan adanya seorang pria berinisalDG (25) yang diamankan polisi. Menurutnya, pria ini kedapatan membawa peralatan suntik. Saat diperiksa, ia mengaku bekerja sebagai tukang service printer, dimana peralatan suntik untuk memperbaiki printer infus yang rusak.
“Kita curiga karena dia membawa alat suntik, maka kita amankan. Ini upaya kami dalam mengungkap masalah suntik yang membuat sebagian warga di Kota Jayapura menjadi resah,”ungkapnya sebagimana dilansir dari Cendrawasih Pos (Jawa Pos Group).
Meski mengaku sebagai tukang service printer, namun polisi tetap akan mendalami keterangan dari DG ini.Termasuk dengan mencocokan dengan keterangan para korban yang sudah melapor.
“Para korban telah kita lakukan reposisi untuk membuktikan bagaimana korban mendapat perlakuan seperti itu. Belum tentu DG ini yang menjadi pelaku, namun karena ia kedapat membawa alat suntik saat operasi sehingga harus diperiksa,”jelasnya.
Menurut Kapolda, pihaknya sengaja mempublis pemeriksaan terhadap DG ini, untuk menunjukkan keseriusan polisi dalam mengungkap aksi teror yang diduga disengaja ini. “Modusnya saya pikir ada kesengajaan atau niat, dan kalau dilihat dari lukanya pelaku menggunakan jarum besar,”katanya.
Selain itu, yang diwaspadai apabila pelaku menyebarkan virus berbahaya. Hal ini bisa saja terjadi pada orang ODHA yang frustasi sehingga melakukan hal tersebut. Mungkin juga seseorang yang punya masalah lain yang dituangkan dengan cara seperti ini mengganggu yang lain.
“Apabila pelaku menyebarkan virus itu sangat mengerikan, kami sudah coba mendekati para pihak untuk mengetahui sebenarnya siapa, kira–kira ada indikasi apa yang kaitan dengan penyebaran virus tetapi belum dapat sampai ke sana,”bebernya.(jo/tri/sad/JPG)

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
