Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 Januari 2017 | 18.38 WIB

Bawa Alat Suntik, Tukang Printer Ini Diamankan Polisi

Tukang printer yang diamankan polisi di depan Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw - Image

Tukang printer yang diamankan polisi di depan Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw

JawaPos.com - Teror suntik masih mewarnai Kota Jayapura. Karenanya pihak kepolisian terus berupaya untuk mengungkap pelaku aksi suntik penyuntikan yang meresahkan masyarakat tersebut.

Salah satunya  dengan cara menggelar razia secara serentak di Polres Jayapura kota dan jajaran. Bahkan, dalam razia tersebut, polisi mengamankan seorang warga  berinisial DG yang diduga pelaku teror suntik. Pasalnya, dia kedapatan membawa serangkaian alat Suntik saat diperiksa di lapangan PTC, Kamis (19/1).

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw, saat ditemui di Polsek Jayapura Selatan membenarkan adanya seorang pria berinisalDG (25) yang diamankan polisi. Menurutnya, pria ini kedapatan membawa peralatan suntik. Saat diperiksa, ia mengaku bekerja sebagai tukang service printer, dimana peralatan suntik untuk memperbaiki printer infus yang rusak.

“Kita curiga karena  dia  membawa alat suntik, maka kita amankan. Ini upaya kami dalam mengungkap masalah suntik yang membuat sebagian warga di Kota Jayapura menjadi resah,”ungkapnya  sebagimana dilansir dari Cendrawasih Pos (Jawa Pos Group).

Meski mengaku sebagai tukang service printer, namun polisi tetap akan mendalami keterangan dari DG ini.Termasuk dengan mencocokan dengan keterangan para korban yang sudah melapor.

“Para korban telah kita lakukan reposisi untuk membuktikan bagaimana korban mendapat perlakuan seperti itu. Belum tentu DG ini yang menjadi pelaku, namun karena ia kedapat membawa alat suntik saat  operasi sehingga harus diperiksa,”jelasnya.

Menurut Kapolda, pihaknya sengaja mempublis pemeriksaan terhadap DG ini, untuk menunjukkan keseriusan polisi dalam mengungkap aksi teror yang diduga disengaja ini. “Modusnya saya pikir ada kesengajaan atau niat, dan kalau dilihat dari lukanya pelaku menggunakan jarum besar,”katanya.

Selain itu, yang diwaspadai apabila pelaku menyebarkan virus berbahaya. Hal ini bisa saja terjadi pada  orang ODHA yang frustasi sehingga melakukan hal tersebut.  Mungkin juga seseorang yang punya masalah lain yang dituangkan dengan cara seperti ini mengganggu yang lain.

“Apabila pelaku menyebarkan virus itu sangat mengerikan, kami sudah coba mendekati para pihak untuk mengetahui sebenarnya siapa, kira–kira ada indikasi apa yang kaitan dengan penyebaran virus tetapi belum dapat sampai ke sana,”bebernya.(jo/tri/sad/JPG)

Editor: Muhammad Syadri
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore