
Ilustrasi
JawaPos.com – Guru Bimbingan Konseling (BK) di setiap sekolah diminta update knowledge. Harapannya, mereka bisa mengayomi murid berdasarkan perkembangan, kebutuhan, dan tuntutan zaman.
Dirjen Guru dan Kependidikan Sumarna Surapranata mengakui, Guru BK saat ini memiliki peran penting. Saat ini, kata dia, perannya sudah sudah baik apabila dibandingkan sistem pendidikan terdahulu.
”Teman seangkatan saya jadi guru BK. Dan itu sudah lebih hebat dengan memberikan motivasi kepada siswa. Bahkan, mengunjungi orang tua mengundang orangtua, tidak lagi memanggil orangtua,” tutur Sumarna di Rapat Kerja Nasional II 2016 Guru BK Indonesia di Graha Pos, Kota Bandung, kemarin (20/1).
Dia menilai, seorang Guru Bk tidak harus menangani anak bermasalah dan konseling saja. Tapi, harus melakukan bimbingan mulai dari anak sebelum masuk sekolah atau pertama kali masuk sekolah.
Menurutnya, guru BK harus memiliki rasa kritis dan mampu berkomunikasi dengan baik dalam wadah organisasi. Sehingga kreativitas dan inovasinya juga bisa dikenal di luar sekolah.
Menanggapi beberapa kekerasan yang saat ini teradi di antara murid dan guru di sekolah, dia menilai kejadian tersebut bukan sepenuhnya kesalahan guru BK. Tapi, lebih menitikberatkan peran sekolah yang tidak memiliki komunikasi baik terhadap orang tua siswa.
”Jadi Koordinasi antara wali kelas dan guru BK ini juga penting bila melihat anak tersebut bermasalah,” ucap Sumarna.
Semantara itu, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak ( P2TP2A) Jawa Barat Netty Prasetiyani mengatakan, BK memiliki peran sentral untuk membentuk kepribadian dan karakter anak di sekolah maupun di lingkungannya.
Menurutnya, BK harus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. ”Bahkan harus ada evaluasi,” tegas Netty. Hal ini penting dilakukan agar, konseling yang dilakukan oleh BK memiliki indikator mengenai tingkat kemajuan dalam melakukan pembinaan dan bimbingan kepada siswa.
Dia mengatakan, guru BK harus menghitung tes minat dan bakat. Sehingga anak memiliki keyakinan memiliki jurusan tertentu.
”Jadi jangan sampai anak-anak bertanya-tanya, ini pendidikan sekolahnya seperti apa, sistemnya seperti apa. Jadi anak-anak pun paham tentang jurusan yang mereka pilih,” ungkap Netty. (yan/rie/yuz/JPG)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
