
SIAP: Donald Trump saat disumpah menjadi presiden AS.
JawaPos.com - ”Saya Donald J. Trump, bersumpah akan setia menjalankan tugas sebagai Presiden Amerika Serikat dan akan melakukan yang terbaik dari kemampuan saya untuk melestarikan, melindungi, dan membela Konstitusi Amerika Serikat.”
Akhirnya, setelah pemilihan yang penuh dengan drama dan insiden, Amerika Serikat (AS) resmi memiliki presiden baru. Donald J. Trump resmi menyandang jabatan sebagai presiden ke-45 AS. Dilaksanakan di US Capitol, dengan tegas Trump menyatakan sumpahnya untuk menjalankan tugasnya sebagai presiden AS.
Di tengah tetesan hujan, Trump mengucap sumpah dipimpin oleh Kepala Hakim Agung John Roberts. Trump menggunakan dua Alkitab saat pengambilan sumpah. Sama seperti Obama pada 2013 lalu. Presiden yang menang karena sistem electoral votes itu langsung mengucapkan pidato pertamanya secara resmi sebagai Presiden. Seperti pidatonya semasa kampanye, dia menjanjikan pemerataan kesejahteraan. ”Hari ini akan diingat sebagai hari dimana orang-orang yang terlupakan akan muncul kembali,” katanya.
Menurut Trump, selama ini kekayaan hanya berpusat pada kelas atas. Trump hanya menyebut politisi tanpa mengikusertakan pengusaha. ”Politsi semakin kaya, sementara rakyat semakin menderita. Tidak punya pekerjaan,” katanya lantang. Hal itu tidak akan terjadi lagi karena dia sudah menjadi presiden. ”Sudah saatnya kita tidak lagi mendengarkan politisi yang banyak omong tanpa melakukan apa-apa,” tegasnya.
Trump memastikan kebijakannya nanti akan berpusat pada kesejahteraan rakyat. Tidak ada lagi cerita militer AS yang mempertahankan keamanan negara lain, namun rakyat AS sendiri menderita. Menurutnya, sudah saatnya pemerintah menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas.
Obama tampak beberapa kali mengernyitkan dahi mendengarkan pidato Trump yang berlangsung selama 19 menit tersebut. Sementara Hillary Clinton menampakkan kesedihan mendalam. Entah karena kalah atau tak kuasa membayangkan nasib AS di masa depan di bawah kepempimpinan Trump.
”Ini adalah hari Anda, ini adalah perayaan Anda, dan ini Amerika Serikat adalah negara Anda. Semua orang akan mendengarkan Anda sekarang,” tambahnya. ”Dengan setiap embusan nafas saya, saya akan berjuang untuk Anda dan tidak akan mengecewakan Anda. Amerika akan menang lagi. Menang tidak seperti sebelumnya.”(BBC/CNN/AFP/tia)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Pemerintah Bakal Menata Guru, PGRI Sebut Ada Harapan Baru bagi Pendidikan Indonesia
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Ipswich vs Sunderland: The Black Cats Berpeluang Curi Poin di Portman Road
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Ribuan Ojol Hadiri Kopdar Kebangsaan Jaga Jakarta, Ada Perpanjangan SIM Gratis
