
BERJIWA SOSIAL: Nanang Hadi Saputro di studio musik, tempat kerjanya
Awalnya sedekah nasi bungkus. Lalu, orang lain diajak melalui iklan digital di media sosial.
LATIFUL HABIBI, Ponorogo
NANANG Hadi Saputro dan Sunargo sibuk menyiapkan peralatan studio musik di Jalan Wibisono, Ponorogo Kamis pagi (19/1). Nanang adalah inisiator Jumat Berbagi, kegiatan bersedekah yang rutin dilaksanakan setiap Jumat. ”Mari silakan duduk,’’ katanya mempersilakan wartawan koran ini duduk persis di depan pintu studio musik itu.
Laki-laki kelahiran Ponorogo, 19 Mei 1991, tersebut terkesan tidak banyak basa-basi. Admin studio musik itu langsung berkisah soal Jumat Berbagi.
Sekitar empat bulan silam, tepatnya September 2016, dia bersama lima temannya yang sering nongkrong di studio berniat sedekah. Namun, uang yang terkumpul tidak banyak. ”Kalau dikasih dalam bentuk uang kok kelihatan sedikit,’’ ungkap Nanang.
Akhirnya, muncul ide sedekah nasi bungkus. Ide itu disetujui karena dianggap lebih tepat sasaran serta manfaatnya bisa langsung dirasakan.
Nanang lantas mengajak teman-temannya yang lain untuk bergabung. Pada aksi perdana, terkumpul 50 bungkus, kemudian dibagikan di kawasan kota. ”Kepada tukang becak dan tukang sol sepatu,’’ terang suami Eka Arumsari tersebut.
Setelah Nanang berjalan tiga kali, ide untuk mengajak lebih banyak teman dan orang lain pun muncul. Ide itu dituangkan
dalam bentuk iklan digital melalui beberapa akun di media sosial.
Respons masyarakat, terang Nanang, positif. Tak lama setelah di-posting, banyak dana yang terhimpun. Jadi, sedekahnya bukan hanya nasi bungkus, tapi ditambah sembako. ”Nasinya kami bagikan di kota, sembakonya di wilayah pinggiran,’’ tutur bapak satu anak tersebut.
Sebelum membagi sembako, Nanang dan sekitar 15 temannya mencari data orang yang membutuhkan. Itu dilakukan sekali sepekan. Saat ini komunitas yang belum mempunyai nama resmi tersebut telah memiliki lima anak asuh yang dibiayai uang dari para donatur. ”Kami memberikan sembako serta membiayai pendidikannya,’’ ungkap lulusan SMK PGRI 1 Ponorogo itu.
Mereka menitipkan anak asuh tersebut kepada tetangga yang mau merawat. Segala kebutuhannya dicukupi komunitas yang dikenal dengan nama Jumat Berbagi itu.
Sekarang tugas Nanang bersama teman-temannya tidak hanya menghimpun dana dan menyalurkannya. Mereka berkoordinasi dengan beberapa orang tua asuh. ”Terus kami pantau (anak asuh, Red). Jika terjadi apa-apa, orang tua asuhnya melapor kepada kami,’’ terangnya.
Untuk para donatur, komunitas tersebut rutin membuat laporan. Sengaja tidak diposting ke publik atas permintaan sebagian donatur. Para donatur tidak hanya berasal dari Ponorogo, tapi juga dari luar daerah. Rekening untuk menerima sumbangan masih milik pribadi.
”Sebenarnya ingin membuat rekening atas nama komunitas. Tapi, mengurusnyaagak susah. Sebab, kami bukan lembaga resmi,’’ ungkapnya.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
