
Ilustrasi
JawaPos.com- Pihak keluarga masih belum bisa menerima kematian Agung Basuki, 42. Kader partai Demokrat itu diyakini meninggal karena dibunuh. Banyak bekas luka di kepala yang mengakibatkan dia sakit sebelumnya.
Pihak keluarga kemudian melapor ke Polres Malang Kota pada Rabu (18/1). Sebab, mereka ingin menuntut keadilan dan kasus tersebut diusut sampai tuntas oleh pihak kepolisian.
Saat ditemui di rumahnya di Jalan Tebo Utara, Kecamatan Sukun, Malang, Inayas Setiarti, istri korban, mengaku telah melapor ke pihak yang berwajib dengan diwakili Hery Susetyo selaku adik korban. ”Sebelum meninggal, sering keluar masuk rumah sakit,” terangnya.
Dia menjelaskan, peristiwa nahas yang dialami suaminya berawal dari penjemputan temannya pada awal Oktober 2016. Saat itu korban dibawa ke Sun Karaoke di Jalan Tidar, Kecamatan Sukun. ”Seperti dibujuk untuk ikut,” lanjutnya.
Yang menjemput adalah salah teman korban berinisial Y. Saat itu Y membawa seorang pria yang tidak begitu dikenal Inayas. ”Bawa motor sendiri-sendiri,” tuturnya.
Mereka bertiga kemudian pergi bersama. Inayas tidak mengerti apa yang dilakukan suaminya semalaman. Dia baru tahu saat pagi bahwa sang suami dirawat di Rumah Sakit Saiful Anwar, Malang.Inayas masih mengingat, banyak luka di kepala suaminya. Mulai dua mata yang lebam, pelipis mata yang robek, bibir pecah, bagian kepala yang bocor, serta retak tulang leher belakang. ”Tahu suami saya sakit, saya konsentrasi merawatnya saja waktu itu,” jelasnya.
Dia tidak banyak bertanya mengapa suaminya bisa seperti itu. ”Waktu itu kondisinya sudah lumpuh. Bicaranya juga sudah tidak lancar. Tapi, sesekali mengigau waktu tidur,” paparnya.
Inayas masih mengingat, dalam igauannya, sang suami sering berkata dijebak. ”Aku sudah dijebak. Aku sudah dijebak,” katanya menirukan ucapan suaminya.
Di RSSA, Agung dirawat selama dua minggu. Dia keluar dan kembali masuk ke rumah sakit islam pada 21 Desember. Hingga akhirnya, dia meninggal pada 28 Desember lalu setelah dibawa pulang selama dua hari dari rumah sakit.
Setelah korban meninggal, misteri penyebab kematian korban mulai terkuak sedikit demi sedikit. Sebab, ada beberapa pelayat yang melihat Agung dianiaya di area parkir Sun Karaoke. Setelah itu, dia ditaruh di trotoar Jembatan Tidar.
Soleh, paman korban, menjelaskan, semenjak itu, pihak keluarga mencari informasi tentang penganiayaan tersebut. ”Sudah ada lima orang yang melihat. Kebetulan, dia melintas di sana. Sama seorang perempuan yang kerja di sana,” terangnya.
Dia menduga, penganiayaan tersebut dilakukan lebih dari dua pria. Korban dibekap dari belakang, sedangkan pelaku lain memukuli dari depan. ”Sepertinya memang sengaja keponakan saya dibuat mabuk. Jadi, pas tidak sadar, baru dianiaya. Ini pasti sudah direncanakan sebelumnya,” lanjutnya.
Setelah dianiaya, Agung ditaruh di pinggir jalan. Dia dibuat seolah-olah korban kecelakaan. ”Tetapi, kalau kecelakaan, motornya pasti ada yang hancur. Lha ini mulus. Badan korban juga sama sekali tidak ada luka seperti tergores aspal,” tuturnya.
Ketika ditemukan di pinggir jalan, beberapa harta benda milik korban sudah hilang. Sebelum pergi, dia membawa dua handphone. ”Tidak tahu di mana sekarang itu,” jelas Soleh.
Karena itu, pihak keluarga berani melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Sebab, sebelum korban meninggal, tidak ada saksi yang menyatakan bahwa korban dianiaya. ”Masuk terlambat memang. Tapi, kalau dulu laporan, ya kan tidak memiliki saksi,” paparnya.
Pihaknya meminta petugas kepolisian mengusut tuntas kasus itu. ”Jika memang perlu membongkar makam, pihak keluarga siap. Biar di sana nanti diambilkan visum,” jelasnya.
Bagaimana keterangan teman korban yang mengajak korban keluar sebelumnya? Menurut Soleh, dia tidak tahu apa-apa. ”Dia bilang pulang terlebih dulu. Tidak tahu apa yang terjadi pada Agung di tempat karaoke,” katanya. (zuk/c21/end)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
