Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 Januari 2017 | 23.05 WIB

Jelang Imlek, Pontianak Siaga Satu, Masyarakat Diimbau Waspada

Ilistrasi - Image

Ilistrasi

JawaPos.com - kiriman 300 paket detonator dalam tiga kotak membuat kepolisian Kota Pontianak was-was. Pasalnya detonator tersebut bisa mengancam keselamatan masyarakat. Kendati alat pemicu ledakan itu digagalkan di Bandara Hasanudin, Makasar, polisi menyatakan siaga satu.


"Sudah dua kali pengiriman, cuma kita tidak tahu yang dikirim pertama kali itu apa. Bahkan anehnya pengiriman pertama itu diambil paketan pengiriman di salah satu SPBU," ungkap Kapolresta Pontianak Kombes Iwan Imam Susilo kepada sejumlah wartawan, seusai kunjungan di tiga Polsek, Kamis (19/1).


Dia mengaku tak ingin mengambil resiko, karenanya dia mengerahkan anggotanya untuk menyelidiki. "Kita ambil langkah penyelidikan, karena detonator itu untuk seseorang yang ada di Pontianak," jelasnya.


Menurutnya, pengecekan ke jasa pengiriman TIKI hasilnya dua kali kirim kepada orang yang sama di Pontianak. Pengiriman pertama sudah mengecek CCTV yang dijadikan tempat pengambilan paket dari Sulawesi Selatan itu. “Cek CCTV untuk melihat pengambilan paket di SPBU, tapi kurang jelas gambar saat penerimaan paket yang pertama itu," katanya dan menambahkan pengiriman kedua 100 unit detonator.


Perkembangan terbaru, Kombes Iwan sudah mengecek nomor telepon yang tertera di paket. Ketika coba dihubungi yang mengangkat telepon suara seorang wanita. "Aktif awalnya ketika kita coba hubungi yang angkat seorang wanita. Saat ini nomor itu sudah tidak aktif," uPerwira iga melati ini menganggap teka-teki detonator sebagai ancaman perayaan Imlek dan Capgome yang sudah menjadi perhelatan besar di Kalbar. Tak berniat menakut-nakuti, Kombes Iwang bilang sudah pernah terjadi pelemparan bom Molotov. 


"Jadi kalau detonator ini disalahgunakan bisa bahaya. Maka dari itu ini harus direspon dan diambil tindakan, saya sudah menyatakan siaga satu kepada seluruh jajaran. Apalagi sebentar lagi momen Imlek sudah dekat," terangnya.


Tidak dijelaskan kajian dan kinerja intelejen kepolisian maupun TNI tentang keamanan Kalbar, dengan rencana kunjungan Presiden Jokowi menyaksikan Capgome di Singkawang.


Namun, Kapolresta mengaku sudah berkoordinasi dengan sejumlah tokoh agama, masyarakat dan tokoh-tokoh lainnya. Kepada masyarakat, Kapolresta meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. 


"Karena masih ada pihak-pihak seperti itu (meneror), kemudian kita juga meminta masyarakat untuk menginformasikan apabila ada hal-hal mencurigakan," imbaunya. (Achmad Mundzirin, Deska Irnansyafara/Mohamad iQbaL/fab/JPG)

Editor: Thomas Kukuh
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore