
Pelaku penipuan Junaidi (42), warga Kelayan A, Banjarmasin saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin kemarin (19/1).
JawaPos.com - Kasus penipuan yang dengan korban bernama Hj Asiah masuk persidangan. Ia datang ke Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin kemarin (19/1) sore sebagai saksi, sekaligus korban penipuan yang dilakukan terdakwa, Junaidi (42), warga Kelayan A.
Tak tanggung-tanggung, kerugian yang dialami perempuan paruh baya berusia 72 tahun mencapai sebanyak Rp 5 miliar. Terdakwa melakukan aksinya bersama istrinya, Siti Rahimah, yang hingga kini masih buron.
Dalam keterangan korban di hadapan majelis hakim yang diketuai Wedhayati dan hakim anggota Teguh Santoso serta Vonny Trisaningsih, kejadian terjadi sejak 2013 hingga 2015 silam.
Kejadian 2013 silam bermula Asiah mengalami sakit lutut, lalu memanggil Siti Rahimah untuk mengurut atau memijat. Setelah sudah kenal kembali korban meminta urut dan saat itu Siti Rahimah, meminta dipinjami uang Rp 1 juta. Korban percaya begitu saja, dia lalu meminjamkan uang hingga berlanjut Rp 2,5 dan Rp 8 juta.
Menurut korban, delapan juta itu untuk keperluan menyempurnakan intan gaib, pemberian datuk pelaku Rahimah. Singkat cerita untuk menyakinkan korban, sekitar enam bulan kemudian Siti Rahimah mengajak korban ke rumah rekannya, Salim, untuk membuktikan bahwa intan itu ada dan akan memberikan perhiasan dan intan dari alam gaib kepadanya.
Dengan akal licik, Rahimah membawa 5 mangkok disii air yang menurutnya dari tujuh telaga dari alam gaib. Sekitar setengah jam kemudian, pelaku Rahimah keluar dari kamar Salim yang sebelumnya tertutup rapat. Hj Asiah ditunjukkan mangkok yang berisikan emas dan intan. Kembali Rahimah memperdayai korban, dia meminta uang untuk menyempurnakan benda mulia itu dengan sejumlah uang.
“Kata Rahimah, benda itu perlu disempurnakan agar bisa dijual dan ternyata emas itu palsu dan imitasi. Tapi saya bingung kenapa saya tidak jera dan selalu mengikuti apa perintah Rahimah,” ceritanya.
Setahun kemudian Siti Rahimah kembali memperdayai korban, ia mengatakan bahwa datuknya yang ada di alam sebelah (gaib) membangun sebuah masjid dan hanya dia yang bisa memunculkan dengan syarat menyempurnakan masjid gaib itu bisa muncul korban harus mengeluarkan uang dan Hj Asiah mengeluarkan uang Rp 300 juta hingga sampai pada nilai total Rp 5 miliar.
“Masjid itu kata Rahimah, bisa muncul kecuali uang nyata dan uang alam gaib digabung. Masjid itu berlokasi di kawasan Komplek KCG, tidak jauh dari rumah saya. Tapi sampai saat ini tidak ada, kalau uang sebanyak itu hasil penjualan tanah,” ucapnya.
Majelis hakim dan pengunjung sidang dibuat tertegun dengan peristiwa yang dialami korban, hingga mengalami kerugian sebanyak itu.
Sementara Jaksa Penuntut Umum Wahid mengungkapkan terdakwa Junaidi dihadirkan sendirian karena istrinya masih dalam pengejaran polisi atau (DPO). (lan/fab/JPG)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
