
Barack Obama saat berpelukan bersama sang istri Michelle Obama saat acara perpisahan di Chicago, Illinois.
JawaPos.com – Jumat, 20 Januari 2017, Amerika Serikat berganti rezim. Kepemimpinan Barrack Obama sudah selesai dan digantikan Presiden AS terpilih Donald Trump. Obama, ayah Malia dan Sasha ini akan menyerahkan tampuk kekuasaan dalam upacara pelantikan nanti malam waktu AS.
Obama adalah sosok yang penuh energi, optimisme, ide dan harapan pasca kepemimpinan presiden George W. Bush. Dia juga mampu mempersatukan perbedaan. "Kami harus membawa negara bersama-sama, bukan Amerika merah, atau Amerika biru, tapi Amerika," tegas Obama seperti dilansir Huffington Post.
Pesona Obama menenangkan pasar yang bergolak di tahun 2008, bahkan sebelum dia menjabat. Bak ahli bedah di ruang gawat darurat, Obama melakukan apa yang harus dia lakukan untuk menghentikan pendarahan. Dia berani menopang industri otomotif. Obama mampu bertindak dengan efisiensi.
Delapan tahun kemudian, semua itu adalah kenangan. Tanda-tanda vital di sektor ekonomi kuat secara keseluruhan. Pembangunan rumah, penurunan tingkat pengangguran menjadi isu yang penting.
Kesenjangan atau ketimpangan antara si kaya dan miskin merupakan fenomena global. Tetapi ekonomi Amerika secara keseluruhan di bawah tangan dingin Obama cukup stabil. Obama memiliki efek stimulatif dengan menggelontorkan uang di tangan masyarakat berpenghasilan rendah.
Dalam menghadapi provokasi, Obama dan keluarganya telah bertindak dengan hangat dan berkelas setiap saat setiap hari di depan umum. Menjadi presiden tentu cukup sulit, bukan hanya itu, menjadi presiden Afrika-Amerika pertama adalah tugas yang monumental baginya dalam perjalanan sosial. Dia tergelincir beberapa kali tetapi tidak pernah jatuh.
Keluarga Obama adalah keluarga yang hangat. Keluarga Obama telah menjalani kehidupan publik yang benar-benar multikultural dan multiras di Washington. Obama juga sering bersikap kontroversial, Obama bahkan mengulurkan tangan untuk Iran, tidak keluar dari kenaifan, namun dengan harapan menjalin hubungan kembali. Obama juga dengan baik berkomunikasi dengan rakyatnya melalui media sosial.
Dalam pidato terakhir, Obama menggantungkan harapannya pada generasi muda Amerika agar lebih toleran untuk membawa Amerika ke langkah berikutnya dalam kemajuan sosial dan ekonomi. Obama berbicara seperti seorang ayah yang bijaksana pada konferensi pers terakhirnya. Dia mengatakan dia memberitahu putrinya untuk tidak khawatir tentang kemenangan Trump atas Hillary Clinton pada musim gugur lalu. “Kita akan baik-baik saja,” katanya meyakinkan warga Amerika dan dunia. (Huffington Post/cr1/JPG)

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
