
PLONG: Singky Soewadji (dua dari kiri) disalami para penasihat hukum seusai vonis hakim PN Surabaya membebaskan dari dakwaan jaksa penuntut umum.
JawaPos.com – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menjatuhkan vonis bebas kepada Singky Soewadji. Dalam pembacaan putusan Kamis (19/1), hakim menyatakan bahwa Singky tidak terbukti melakukan pencemaran nama baik terhadap Ketum Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI) Rahmat Shah.
Majelis hakim yang diketuai Ari Jiwantara menilai, fakta persidangan membuktikan bahwa Singky tidak bersalah seperti dakwaan jaksa penuntut umum (JPU). ”Karena itu, terdakwa harus dilepaskan dari dakwaan yang menjeratnya. Selain itu, hak-haknya harus dikembalikan,” ujar Ari saat membacakan amar putusan.
Sebelumnya, Ari menjabarkan hal-hal yang menjadi pertimbangan majelis hakim. Pertimbangan tersebut berasal dari sepuluh saksi yang dihadirkan JPU serta tujuh saksi a de charge yang diajukan terdakwa. Termasuk pengakuan Singky bahwa dirinya menulis status di Facebook pada 2014.
Terkait status yang diunggah Singky, hakim berpendapat bahwa tidak ada unsur penghinaan dan pencemaran nama baik. Karena itu, Singky tidak dapat dipidanakan. Setiap kalimat sudah diberi tanda tanya sehingga memerlukan jawaban dari orang lain. ’’Status tersebut hanya ajakan dari terdakwa untuk melakukan diskusi,” kata Ari.
Menurut hakim, tulisan Singky merupakan pendapat pribadi atau opini yang dikemukakan di muka umum. Opini itu berkaitan dengan kepentingan umum.
Ari menyatakan, hal tersebut tidak menimbulkan kerugian pada orang lain. ’’Ini merupakan hak konstitusional terdakwa. Setiap orang berhak mengemukakan pendapat dan berkumpul di muka umum,” lanjutnya.
Majelis hakim membebaskan Singky dari dakwaan primer, yaitu pasal 45 ayat 1 jo pasal 27 ayat 3 UU 11/2008 tentang ITE. Begitu pula dakwaan subsider, pasal 310 ayat 2 KUHP jo pasal 311 ayat 1 KUHP. Sebelumnya,dengan jeratan pasal itu, JPU menuntut Singky dengan hukuman setahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider lima bulan kurungan. ’’Kami akan melakukan kasasi,” tegas JPU Putu Sudarsana.
Sementara itu, salah seorang kuasa hukum Singky, Martin Suryana, mengaku puas dengan putusan hakim. Menurut dia, putusan hakim sudah tepat. Kini, pihaknya berpikir untuk melakukan pelaporan balik. ’’Kebenaran berbicara. Kita lihat saja kelanjutannya,’’ ucapnya setelah persidangan.
Sebagaimana diberitakan, Singky dibawa ke meja hijau setelah dilaporkan Rahmat Shah. Tuduhan Rahmat didasarkan pada postingan Singky di akun Facebook miliknya. Salah satunya, membandingkan KBS dengan Kebun Binatang Pematang Siantar yang dimiliki pelapor. (aji/c18/fal/sep/JPG)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
