Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 Januari 2017 | 17.03 WIB

Busana dan Tatanan Meja Harus Setema, Nongkrong Seru Para Sosialita

DANDAN: Dari kiri, Novi, Ullin, Rossy, Vivin, Aini, Nadya, dan Diah, anggota Hisda, di kafe bilangan Pazkul pada Selasa (17/1). - Image

DANDAN: Dari kiri, Novi, Ullin, Rossy, Vivin, Aini, Nadya, dan Diah, anggota Hisda, di kafe bilangan Pazkul pada Selasa (17/1).

JawaPos.com – Penampilan menjadi prioritas bagi kaum hawa. Saat mereka berkumpul, pembicaraan seru tidak jauh dari kecantikan dan fashion. Contohnya, Komunitas Hijabers Sidoarjo atau Hisda saat berada di salah satu kafe kawasan Pazkul pada Selasa (17/1).


Agenda mereka adalah sharingmake-up. Di antara tujuh pengurus inti Hisda yang datang saat itu, tiga orang berprofesi sebagai make-up artist. Mereka adalah Vivin Lutfia Widya Swari, 33; Nadya Nayra, 35; dan Diah Ayu, 33. Seluruh make-up yang didiskusikan digelar di meja. Mulai lip cream, lipstik, bedak, foundation, brush, hingga eyeshadowpalette dari berbagai merek.


Tujuh perempuan yang kompak berbusana monokrom black and white tersebut menetapkan tema kesesuaian dandanan dengan usia. Mulai foundation yang tepat untuk sehari-hari hingga aksesori. ’’Yang kesannya cantik natural,” ujar Vivin.


Menurut ibu tiga anak itu, pemilihan produk dasar make-up memang penting. Jika salah, dandanan bisa pecah-pecah, berminyak, atau bahkan mengakibatkan iritasi kulit. Dia pun tidak segan menjelaskan hingga mempraktikkan produk-produk yang pernah dijajalnya kepada anggota Hisda lain. Agenda itu benar-benar layaknya tutorial.


Menurut Nadya, mengenal make-up itu harus bertualang, jangan capek coba-coba. Dia pun memberikan contoh. Dua palet eye shadow yang dibawa dicobakan ke kelopak mata Novi. ’’Itu yang naked lebih pigmented daripada LT Pro. Padahal, bisa jadi di kulit Vivin sebaliknya,” kata Nadya.


Sementara itu, tujuh perempuan yang tergabung dalam komunitas sosialita Young Forever menganggap bercengkerama dengan sahabat menjadi obat awet muda. Setiap nongkrong bareng, mereka memilih tema busana. Misalnya, Kamis (19/1) kelompok sosialita yang digawangi Titin Koesni, 46, tersebut membuat janji bertemu di kafe yang berada di bilangan Perumahan Pondok Jati.


Retno Wulan Mugi Lestari, 32, adalah anggota yang pertama kali datang. Perempuan yang juga menggeluti bisnis fashion muslimah tersebut tampak anggun dengan setelan rok batik yang dipadu atasan kebaya sabrina berwarna merah. Dia sengaja memilih rok maxi untuk menyesuaikan dengan tema. ’’Hari ini (Kamis, Red) kami sudah janjian pakai tema beautiful princess in red,” ujarnya.


Tak lama berselang, enam anggota lain pun menyusul. Di antaranya, Vera Sartika Gunawan, 36, dan Anna Bachtiar, 41. Keduanya kompak memadukan gaun dari kain songket berwarna emas dengan kreasi jilbab merah menyala. Tema princess juga begitu kentara pada tampilan Titin dan Ayu Tyas, 46, dengan rok berlayer kain kaca warna merah. Tampilan mereka begitu merekah dan menghadirkan kesan muda. Maha Husein, 30, dan Amira Abil, 28, dua anggota termuda, tampil lebih kasual dengan atasan sweter.


Bukan hanya kostum, tatanan meja untuk perjamuan makan siang pun dihiasi tema serbamerah dan emas. ’’Sekalian ala-ala mau Imlek gituloh!” celetuk Titin. Pemilik usaha bengkel otomotif itu mengatakan, salah satu hal yang paling menyenangkan di komunitas adalah hobi mereka berganti-ganti tema kostum saat berkumpul. ’’Kami itu paling suka pakai tema princess. Kesannya selalu cantik dan awet muda,” tambah Anna.


Meski demikian, mereka juga memilih tema-tema lain seperti batik, tradisional, sampai kasual untuk tampilan saat nongkrong bareng. ’’Kalau pas ada yang ulang tahun atau arisan, pasti kami memilih tema supaya kompak. Yang penting terkesan fresh,” tutur Vera.


Saat bertemu, mereka juga membagi pengalaman dan sisi kehidupan. Maha dan Amira mengaku banyak sekali belajar dari anggota-anggota lain yang sudah menikah. Dua perempuan yang masih lajang di komunitas tersebut sering bertanya soal pengalaman menjadi istri, ibu, dan perempuan karir sekaligus kepada Titin, Vera, Retno, Anna, dan Ayu. ’’Pokoknya, aku sering korek sampai ke akar-akarnya deh,” ucap Amira, lalu tertawa.



Kebersamaan Young Forever membawa relaksasi tersendiri untuk tujuh perempuan itu. Mereka sampai rela menabung supaya bisa jalan bareng para sahabat. ’’Yang paling berkesan waktu kami bisa ke Sydney, Australia, main kasino. Terus ke Gold Coast juga lihat sunrise bareng,” kenang Maha. (via/c7/dio/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore