
TEMPAT KEJADIAN: Petugas Satlantas Polres Gresik melakukan olah TKP lokasi Rifka Oktavia Kholidia terlindas truk tangki.
JawaPos.com – SMA Negeri 1 Gresik teramat berduka. Seorang siswi terbaiknya, Rifka Oktavia Kholidia, menjadi korban tabrak lari saat berangkat ke sekolah lewat Jalan Siti Fatimah binti Maimun pada Kamis (19/1). Gadis ayu berusia 17 tahun tersebut tewas. Sopir truk tangki yang melindas kepala Rifka melarikan diri.
Pagi itu Rifka mengendarai motor Vario dari rumahnya menuju ke sekolah. Dia lebih memilih lewat Jalan Siti Fatimah binti Maemun (Fatimun) daripada melewati Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo. Jaraknya lebih dekat dan lalu lintasnya lebih lancar.
Karena jalan tergolong mulus, banyak pengendara yang suka mengebut. Nah, sampai sekitar 100 meter dari kantor pemusatan pelatihan ski air Pemprov Jatim, Rifka menyalakan lampu sein untuk mendahului sebuah motor lain. Saat itulah, muncul motor lain dari arah berlawanan yang melaju kencang. ”Karena terlalu ke tengah, terjadi senggolan,” ujar Kanitlaka Satlantas Polres Gresik Iptu Supriyono.
Rifka jatuh gulung kuming. Siswi kelas XI IPA-7 itu terpelanting ke kanan, sedangkan motornya ke kiri. Celaka. Dari belakang muncul truk tangki air. Sopirnya menerjang tubuh Rifka yang sedang telentang di jalan raya. Akibatnya, kepala korban terlindas. ”Korban meninggal di lokasi kejadian karena luka di bagian kepala,” terang Supriyono.
Seorang saksi menyatakan miris saat menyaksikan kejadian itu. ”Ya Allah. Anak Smansa terlindas tangki. Kepalanya pecah,” ujar Ani, saksi mata tersebut. Iksan, saksi lain, mengaku melihat motor korban bersenggolan dengan motor lain. ”Saya melihat anak itu (pengendara motor, Red) memukul-mukul kepalanya,” ujarnya menduga.
Satlantas Polres Gresik kontan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Saksi-saksi menyatakan melihat truk tangki biru. Sejumlah polisi diterjunkan untuk memburu sopir truk tangki air yang tidak bertanggung jawab itu.
Sumber di kepolisian menyebutkan, sudah sepuluh truk tangki dihentikan dan diinterogasi. ”Semuanya tangki warna biru. Tapi, mereka tidak mengaku,” ujar salah seorang polisi.
Iptu Supriyono menyatakan, hingga kemarin sore truk dan sopirnya belum tertangkap. Dia minta sopir itu segera menyerahkan diri. Cepat atau lambat, si sopir pasti tertangkap. ”Semoga sopir menyerahkan diri,” harapnya.
Kasus tabrak lari itu mengingatkan warga Kota Pudak atas tragedi lain. Pada 24 Desember 2016, pengemudi Honda Jazz maut bernama Irwan juga kabur setelah menewaskan dua pengendara motor di Jalan Raya Ngembung, Kecamatan Cerme. Pemuda 35 tahun itu ditangkap setelah polisi memperoleh informasi dari sejumlah saksi.
Polisi berhasil mengungkap jati diri pelaku tabrak lari itu tiga hari kemudian. Irwan tinggal di Desa/Kecamatan Balongpanggang. Dia mengendarai Jazz merah bernopol W 340 BC. Dia mengaku.
Saat ini, berkas perkara Irwan masih disempurnakan oleh penyidik Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik. ”BAP masih belum P-21 (sempurna),” imbuh Iptu Supriyono. (yad/c6/roz/sep/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
