
EKo Hendri/Jawa Pos/JawaPos.com
JawaPos.com – Bagi pengusaha perhotelan, tahun lalu tidak semanis 2015. Jumlah kunjungan ke hotel menurun. Termasuk tamu warga negara asing (WNA) yang menjadi andalan untuk menyumbang pendapatan.
Sebab, WNA merupakan salah satu sasaran bagi pengusaha hotel. Mereka selalu memesan kamar dengan fasilitas termewah dan terbaik. Banyak warga asing yang mengambil program long stay. ’’Bahkan, ada yang sampai lima bulan. Bayangkan, kalau sehari sewanya Rp 500 ribu,’’ ungkap Kepala Marketing Hotel Sapta Nawa Gresik Etiek Indriasari saat ditemui di kantornya Kamis (19/1).
Dia menjelaskan, kunjungan menurun hingga 20 persen pada 2016. Khusus tamu WNA berkurang sekitar 10 persen pada tahun yang sama. ’’Selama 2016, kami hanya melayani 20 WNA,’’ papar Etiek. Perempuan 44 tahun itu menambahkan, pengunjung didominasi pekerja industri. ”Mereka berasal dari negara Vietnam, Thailand, Singapura, Malaysia, Korea Selatan, dan Finlandia,” lanjutnya.
Etiek menjelaskan, penurunan kunjungan WNA disebabkan banyak hal. Salah satunya menurunnya proyek industri di Kota Pudak. Turunnya pembangunan di sektor tersebut mengurangi masuknya warga luar negeri. ’’Sebab, mayoritas WNA yang menginap memang bekerja. Mereka klien atau menggarap proyek perusahaan di Gresik,’’ kata perempuan yang hobi fitness itu.
Etiek juga menilai turunnya okupansi disebabkan lesunya perekonomian. Selama ini, sebagian WNA yang menginap berstatus pelanggan. Mereka menolak dikontrakkan atau tinggal di mes pekerja. Alasannya bermacam-macam. ’’Kalau di mes atau rumah kontrakan, katanya sepi dan tak aman. Mereka tidak mau ribet sewa pembantu,’’ ujarnya.
Dia menambahkan, ada WNA yang berlangganan sejak 2008. Setiap bulan dia selalu menginap di Gresik. Hanya, lama waktunya tidak menentu. Kadang dua minggu, kadang seminggu.
’’Kami tegas kalau sama WNA. Memang sulit juga mengurusnya,’’ curhat Etiek. Menurut dia, warga asing mayoritas suka hura-hura. Mereka royal dan hobi bersenang-senang. Padahal, budaya tersebut amat dilarang di Kota Pudak,” lanjutnya.
Executive Secretary Public Relation Hotel Pesona Astrid Bunga Novitasari justru optimistis kunjungan hotel bakal meningkat. Selama 2016, dia mencatat ada sekitar 50 WNA yang tinggal di hotelnya. Selain pekerja industri, mereka merupakan wisatawan. ’’Ada yang dari Malaysia dan Korea,’’ katanya. Pihaknya terus mendekati para pekerja atau wisatawan. Warga luar negeri amat prospektif.
Persaingan bisnis jasa perhotelan di Kota Giri diprediksi semakin ketat pada 2017. Sepanjang dua tahun terakhir, ada tiga izin mendirikan bangunan (IMB) hotel yang tercatat di Dinas Penanaman Modal dan PTSP Gresik. Jumlah hotel yang sudah berdiri sebanyak 16 unit. (hen/c6/ai/sep/JPG)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
