Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 Januari 2017 | 16.50 WIB

Tak Ada Proyek di Gresik, Tingkat Okupansi WNA Minim

EKo Hendri/Jawa Pos/JawaPos.com - Image

EKo Hendri/Jawa Pos/JawaPos.com

JawaPos.com – Bagi pengusaha perhotelan, tahun lalu tidak semanis 2015. Jumlah kunjungan ke hotel menurun. Termasuk tamu warga negara asing (WNA) yang menjadi andalan untuk menyumbang pendapatan.


Sebab, WNA merupakan salah satu sasaran bagi pengusaha hotel. Mereka selalu memesan kamar dengan fasilitas termewah dan terbaik. Banyak warga asing yang mengambil program long stay. ’’Bahkan, ada yang sampai lima bulan. Bayangkan, kalau sehari sewanya Rp 500 ribu,’’ ungkap Kepala Marketing Hotel Sapta Nawa Gresik Etiek Indriasari saat ditemui di kantornya Kamis (19/1).


Dia menjelaskan, kunjungan menurun hingga 20 persen pada 2016. Khusus tamu WNA berkurang sekitar 10 persen pada tahun yang sama. ’’Selama 2016, kami hanya melayani 20 WNA,’’ papar Etiek. Perempuan 44 tahun itu menambahkan, pengunjung didominasi pekerja industri. ”Mereka berasal dari negara Vietnam, Thailand, Singapura, Malaysia, Korea Selatan, dan Finlandia,” lanjutnya.


Etiek menjelaskan, penurunan kunjungan WNA disebabkan banyak hal. Salah satunya menurunnya proyek industri di Kota Pudak. Turunnya pembangunan di sektor tersebut mengurangi masuknya warga luar negeri. ’’Sebab, mayoritas WNA yang menginap memang bekerja. Mereka klien atau menggarap proyek perusahaan di Gresik,’’ kata perempuan yang hobi fitness itu.


Etiek juga menilai turunnya okupansi disebabkan lesunya perekonomian. Selama ini, sebagian WNA yang menginap berstatus pelanggan. Mereka menolak dikontrakkan atau tinggal di mes pekerja. Alasannya bermacam-macam. ’’Kalau di mes atau rumah kontrakan, katanya sepi dan tak aman. Mereka tidak mau ribet sewa pembantu,’’ ujarnya.


Dia menambahkan, ada WNA yang berlangganan sejak 2008. Setiap bulan dia selalu menginap di Gresik. Hanya, lama waktunya tidak menentu. Kadang dua minggu, kadang seminggu.


’’Kami tegas kalau sama WNA. Memang sulit juga mengurusnya,’’ curhat Etiek. Menurut dia, warga asing mayoritas suka hura-hura. Mereka royal dan hobi bersenang-senang. Padahal, budaya tersebut amat dilarang di Kota Pudak,” lanjutnya.


Executive Secretary Public Relation Hotel Pesona Astrid Bunga Novitasari justru optimistis kunjungan hotel bakal meningkat. Selama 2016, dia mencatat ada sekitar 50 WNA yang tinggal di hotelnya. Selain pekerja industri, mereka merupakan wisatawan. ’’Ada yang dari Malaysia dan Korea,’’ katanya. Pihaknya terus mendekati para pekerja atau wisatawan. Warga luar negeri amat prospektif.



Persaingan bisnis jasa perhotelan di Kota Giri diprediksi semakin ketat pada 2017. Sepanjang dua tahun terakhir, ada tiga izin mendirikan bangunan (IMB) hotel yang tercatat di Dinas Penanaman Modal dan PTSP Gresik. Jumlah hotel yang sudah berdiri sebanyak 16 unit. (hen/c6/ai/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore