
Rudolf Yanto Basna
MALANG KOTA – Dari masa ke masa, Arema FC hampir selalu memiliki pemain asal Papua. Tahun ini, kebiasaan itu dilanjutkan manajemen Arema FC dengan mendatangkan Rudolof Yanto Basna. Mereka berharap, Basna melanjutkan cerita sukses para pendahulunya.
Sejak Arema berdiri, sudah banyak pemain bintang asal provinsi paling timur di Indonesia itu. Di antaranya Mecky Tata, Alexander Pulalo, Elie Aiboy, Ortizan Salossa, dan yang terakhir Oktovianus Maniani. Kebanyakan, mereka bersinar saat membela Arema FC.
Basna sendiri sudah tiba di Malang, Rabu malam lalu (18/1). Kamis pagi (19/1) saat latihan di lapangan Futsal Champions di Puncak Tidar, Lowokwaru, mantan pemain Persib Bandung tersebut juga ikut hadir. Hanya saja, karena kelelahan setelah perjalanan dari Papua, Basna hanya menonton pemain lain yang sedang latihan.
Saat itu, dia mengenakan kaus abu-abu, celana jeans, dan bertopi hitam. Sesekali dia menerima ajakan foto bersama Aremania–suporter Arema FC– setelah itu dia kembali disibukkan dengan smartphone-nya.
Sebelum bergabung dengan Arema FC, Basna tidak memperpanjang kontrak bersama tim lamanya, Persib Bandung. Ketika diwawancarai koran ini, dia enggan banyak bicara karena alasan belum tanda tangan kontrak. ”Nanti saja ya,” kata Basna.
Pelatih Arema FC Aji Santoso menyatakan, pihaknya sengaja mengundang Basna dalam sesi latihan. Tujuannya untuk mengenalkan kepada pemain lain. ”Dia (Rudolof Yanto Basna) masih kelelahan, sehingga belum bisa ikut latihan,” kata pelatih yang berasal dari Kepanjen ini.
Aji menambahkan, sosok Basna bakal menjadi pemain utama di Arema FC musim ini. Terlebih posisi stoper sudah ditinggal Hamka Hamzah yang hengkang ke PSM Makassar. Untuk diketahui, selain membela Persib Bandung, dalam Piala AFF tahun lalu, Basna merupakan salah satu penggawa timnas. ”Kami tidak akan menyeleksi, dia langsung kontrak dengan manajemen,” imbuhnya.
Lebih lanjut, alasannya tidak menyeleksi Basna karena kualitas pemain yang berusia 23 tahun itu sudah teruji dan masuk skuad di klub besar dan Timnas Indonesia. Di Arema, pemain yang berusia 21 tahun ini digadang-gadang akan berduet dengan Arthur Cunha, mantan pemain Mitra Kukar yang juga dikabarkan akan memperkuat Timnas Indonesia.
Arthur sendiri dijadwalkan hari ini (20/1) berangkat dari Brasil. ”Saya perkirakan Minggu mendatang (22/1) sudah di Malang dan pekan depan sudah ikut latihan,” kata mantan pelatih Timnas U-23 Indonesia ini.
Arthur Cunha nantinya akan langsung teken kontrak oleh manajemen Arema FC. Dia bakal nostalgia bersama Basna seperti di Mitra Kukar, 2015 lalu. Sedangkan Yanto Basna saat bercanda dengan salah satu media officer (MO) Arema FC di sesi latihan Arema, dia menyatakan masih berkomunikasi dengan Cunha. ”Iya saya masih komunikasi dengan Cunha,” kata Basna.
Berdasarkan statistik di Indonesia Soccer Championship (ISC) A, sepanjang kompetisi, Basna dimainkan 15 kali. Sebagai pemain belakang, 67 persen tekelnya sukses. Begitu juga dengan umpannya yang baik, yakni 85 persen.
Hanya saja, pemain ini berbeda karakter dengan Hamka Hamzah yang sering ikut menyerang dan mencetak gol meski sebagai pemain belakang. Basna terlihat dari statistiknya kalau tendangan ke gawang lawan nol persen alias tidak pernah melakukannya.
Sebelumnya, Arema banyak ditinggal pemainnya. Selain Hamka, yang meninggalkan Arema FC adalah Oktovianus Maniani, Goran Gancev, Nick Kalmar, I Made Kadek Wardana, Hamka Hamzah, Juan Revi, Ahmad Nufiandani, dan Raphael Maitimo.
Khusus Goran, Okto, dan Kalmar, manajemen memang tidak memperpanjang kontrak mereka pada Desember 2016. Sedangkan pemain baru, yang resmi teken kontrak, Adam Alis. (asa/c2/riq)

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
