
Nama-nama yang mengikuti TC di Surabaya masih sama seperti saat di Batam.
JawaPos.com - Timnas basket bakal menggelar pemusatan latihan nasional (pelatnas) tahap kedua di Surabaya mulai 23-26 Januari. Dari nama-nama yang dipanggil, tak ada perubahan dibanding saat training camp tahap pertama di Batam.
Pelatnas menuju SEA Games 2017 itu memang menjadi lanjutan sesi pertama yang dihelat di Batam. "Yang dipanggil masih sama dengan training camp kami yang pertama, 15 orang. Sampai saat ini belum ada perombakan," kata salah satu pelatih timnas, Antonius Ferry Rinaldo, yang juga pelatih Aspac Jakarta.
Rencana pelatnas itu sesuai dengan skenario PP Perbasi yang menyisipkan pelatnas dalam liga. Sebagai informasi, seri I Indonesian Basketball Leauge dihelat di Surabaya.
Selama menjalani pelatnas nanti, para pemain tidak hanya latihan tetapi menjalani dua uji coba dengan tim lokal yang ada di sana, seperti CLS Knight dan Pasific Caesar pada 27-28 Januari.
"Tentu akan ada tune up games dengan tim-tim yang ada di kota itu. Kita tidak mungkin dengan tim lain karena perlu dana banget," katanya.
Layaknya program training camp basket pada SEA Games sebelumnya. Sistem TC buka tutup ini juga dilakukan. Bedanya, jadwal liga yang saat ini sangatlah padat.
"Kalau masalah efektif, ya masih tetap efektif karena mayoritas pemain hanya ada yang notabene tim atas. Dengan pemain dari tim atas ini sudah pasti memiliki suatu program yang baik dari segi fisik, teknik, skill, sehingga ketika mereka kembali ke tim tidak masalah karena terjaga kondisinya," kata pria yang karib disapa Inal itu.
"Kemudian yang kedua skill pemain juga terjaga dan pemain pun pasti menjaga performance-nya karena kalau tidak, dia pasti merasa 'wah kalau saya turun performanya, bisa dicoret nih. Jadi seperti itu," ujar Inal lagi.
Lagi pula, kata Inal, tidak mungkin training camp dilakukan dengan jeda waktu yang hanya sepekan. Para pemain perlu waktu jeda lebih banyak atau minimal dua minggu dari seri 1 ke seri ke 2-nya. "Jadi seminggu untuk rest lalu latihan," pungkas dia. (mcy/fem/is/k18/ira/JPG)

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
