Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 Januari 2017 | 10.57 WIB

Ada Mayat Tanpa Kepala Terapung di Selat Singapura, Identitasnya Sulit Dibongkar

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Aparat Polsek Nongsa, Batam baru saja mengevakuasi mayat terapung di Selat Singapura dan Teluk Mata Ikan. Hingga kini identitasnya belum juga terungkap.


Kapolsek Nongsa Kompol Muhammad Chaidir mengatakan, pihaknya menemukan dua sosok mayat. Dari penempuan itu tidak satupun dari mereka yang memiliki identitas atau kartu pengenal.


Dia menyebutkan, dalam penemuan mayat yang pertama terjadi pada hari Jumat (13/1) pukul 07.00 WIB. Mayat yang berjenis kelamin laki-laki itu pertama sekali ditemukan oleh warga Teluk Mata Ikan, Kelurahan Sambau. Tepatnya di bibir pantai Teluk Mata Ikan.


Pada saat itu mayat sudah dalam kondisi tidak utuh. Bagian kepala mayat, tidak ditemukan di lokasi kejadian. "Ciri-ciri mayat yang ditemukan, dia memakai celana jeans berwarna biru dan memakai ikat pinggang warna hitam," ujar Kompol Muhammad Chaidir yang dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Jumat (20/1).


Penemuan kedua, di Selat Singapura, pada hari Selasa (17/1) sekitar pukul 16.55 WIB. Mayat itu ditemukan oleh Tim WFQR 4 Lanal Batam. Sedangkan kondisi mayatnya sudah tidak utuh, karena tubuh manusia berkelamin wanita itu tidak disertai kepala dan kaki.


Muhammad Chaidir menceritakan, paada penemuan mayat berjenis kelamin wanita itu berawal dari ruang kendali WFQR 4 mendapatkan informasi dari IFC Singapura, bahwa MT Genner 8 melihat mayat terapung di Selat Singapura.


Lantas Tim WFQR melakukan pencarian dan melihat adanya benda putih yang terapung di laut pada posisi koordinat 01' 14.33 N, 104, 07,86 E, sekitar pukul 16.50 WIB. "Setelah melakukan evakuasi terhadap mayat itu, kemudian diserahkan kepada kita karena posisi masih di bawah pemantauan Polsek Nongsa," tuturnya.


Terakhir, sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki tanpa identitas juga ditemukan di perairan Teluk Mata Ikan Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa pada hari Rabu (18/1) sekitar pukul 10.15 WIB.


Penemuan mayat ini ditemukan pertama sekali oleh nelayan yang sedang memancing di tepi laut Teluk Mata Ikan, Nongsa. Mayat tersebut dalam keadaan terapung sejauh kurang lebih 300 meter dari bibir pantai.


Lalu nelayan yang diketahui bernama Zali itu memberi informasi kepada Teguh. Teguh pun meminta bantuan warga untuk mengevakuasi mayat itu ke bibir pantai.


Adapun ciri-ciri mayat yang ditemukan itu menggunakan baju life jaket berwarna orange dan memakai celana pendek warna hijau. Kondisi mayat saat ditemukan juga sudah dalam keadaan membengkak. "Kita menghimbau kepada seluruh warga Batam atau sekitarnya, apabila ada anggota keluarga atau warganya yang kehilangan, diharapkan segera mendatangi Polsek Nongsa atau Rumah Sakit Bhayangkara," imbuhnya. (cr1/iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore