
SERIUS: Para pemain bola voli pantai Jatim berlatih di GOR Voli Pantai, Sidoarjo.
JawaPos.com- Pelatih voli pantai Jawa Timur Bambang Eko Suhartawan ingin menyertakan nomor beregu dalam PON XX/2020 di Papua. Selama ini nomor voli pantai yang dipertandingkan hanya perorangan. Dengan penambahan nomor beregu, jumlah medali yang diperebutkan juga akan bertambah.
Selama ini voli pantai hanya mempertandingkan dua nomor, putra dan putri. Termasuk pada PON XIX/2016 di Jawa Barat. Medali emas yang diperebutkan juga hanya dua keping. Kalau ada nomor beregu, jumlah medali akan ditambah lagi karena ada nomor beregu putra dan beregu putri.
’’Saya berharap, pada PON selanjutnya nomor itu sudah ada,’’ ujar Wawan –sapaan akrab Bambang Eko Suhartawan– di lapangan voli pantai Sidoarjo.
Penambahan dua medali emas itu, kata Wawan, membuka peluang untuk mengoleksi medali lebih banyak pada multievent seperti PON maupun popnas. Selain itu, diharapkan pembinaan di daerah-daerah bisa meningkat.
Dengan adanya nomor beregu, lanjut Wawan, daerah bisa menyiapkan lebih banyak tim. Kebutuhan atlet juga bertambah. ’’Perorangan selama ini kan maksimal dua tim. Itu pun kalau lolos kualifikasi,’’ kata Wawan.
Biasanya satu tim maksimal mengirim delapan atlet yang terdiri atas dua tim perseorangan putra dan dua tim perseorangan putri. Bila ada nomor beregu, bisa ditambah delapan atlet lagi yang terdiri atas dua pasangan beregu putra dan dua pasangan beregu putri.
Nomor voli beregu sebenarnya mulai diperkenalkan di event-event nasional. Salah satu di antaranya, Piala KONI Kudus 2015. Ketika itu, kali pertama nomor voli pantai beregu dipertandingkan.
Pelatih yang juga mantan pemain nasional itu juga berharap, ide voli beregu itu secepatnya dibahas di rakernas PBVSI pada akhir Januari nanti. Menurut Wawan, semakin cepat usul itu dibahas akan lebih baik bagi persiapan nanti. Mulai perangkat sampai aturan bisa dipersiapkan mulai sekarang. ’’Kita punya waktu empat tahun untuk persiapan,’’ katanya.
Fahriansyah, atlet voli pantai nasional, menyambut baik wacana ditambahkannya nomor beregu itu. ’’Akan lebih kompetitif karena medalinya lebih banyak,’’ ujar Fahriansyah.
Namun, gagasan nomor beregu itu mungkin sulit terealisasi. Sebab, Menpora Imam Nahrawi pada penutupan PON XIX/2016 di Jawa Barat secara tegas menyatakan bahwa semua nomor pertandingan di PON XX/2020 di Papua harus mengacu kepada nomor pertandingan di Olimpiade. Pernyataan itu merespons kritik dari masyarakat terkait banyaknya cabor tak lazim yang dipertandingkan di PON. (rpd/c4/tom)

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
