
Atlit Extrem Berbakat: Rika Wijayanti (foto kanan) beberapa kali meraih juara di ajang internasional. Sementara foto kiri, aksi Ike Ayu Wulandari saat melayang di udara.
Kawasan Gunung Banyak, Kota Batu, nampaknya menjadi kawah candradimuka bagi atlet paralayang. Dua gadis asal Kota Batu, Rika Wijayanti dan Ike Ayu Wulandari ’lahir’ dari tempaan keras di Gunung Banyak. Di usia muda, keduanya sudah beberapa kali meraih gelar di tingkat internasional.
LIZYA OKTAVIA KRISTANTI
SELASA (17/1) siang, tepatnya pukul 12.00, Rika Wijayanti tengah siaga di landing spot (titik pendaratan) paralayang di Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu. Rika bersama beberapa rekannya, bersiaga untuk ’menyambut’ atlet-atlet paralayang yang mendarat di lokasi tersebut.
Siang itu, Rika memang tak ada agenda ’terbang’. Tapi terkadang, sekalipun tidak ada latihan, dia tetap harus stand by di titik penerbangan dan pendaratan. Dia bisa melakukan banyak aktivitas, misalnya membantu melipat parasut.
Dia juga acap kali diminta untuk berbagi ilmu dengan atlet paralayang lain. Sebab, meski baru berusia 22 tahun, Rika sudah meraih banyak prestasi di kejuaraan paralayang. Di antaranya juara 1 kejuaraan paralayang Kuala Kubu Bharu 2015 di Malaysia hingga juara 2 beregu putri Asian Beach Games 2014 di Thailand. ”Ini yang di luar negeri. Kalau di dalam negeri, juga banyak,” papar alumnus SMK 17 Agustus Batu tersebut.
Berkat penampilan apiknya di sejumlah ajang itu, Rika terpilih masuk pelatihan nasional (pelatnas) Asian Games 2018. Jika segalanya berjalan sesuai rencana, Rika bakal membela Indonesia di ajang tingkat Asia yang akan dilaksanakan di Palembang dan Jakarta tersebut.
Bagi Rika, paralayang adalah passion-nya. Dari kecil, hari-hari Rika diisi dengan paralayang. ”Rumah saya dekat sini (lokasi titik pendaratan paralayang). Jadi, tiap hari lihat orang (latihan) paralayang,” ujar bungsu dari empat bersaudara ini.
Apalagi, dua kakaknya, Iwan Hadi dan Joni Effendy, sudah lebih dulu menjadi atlet paralayang. Bahkan, sejak masih kecil, Rika sudah terbiasa untuk membantu melipat parasut paralayang.
Sesekali, Rika juga ’terbang’ tandem dengan atlet paralayang lainnya. Tapi, kesempatan untuk ’terbang’ sendirian baru muncul saat dia duduk di bangku kelas 2 SMA.
Dia masih ingat pengalaman pertama saat melayang sendirian di udara. Saat itu, kendali parasut sepenuhnya berada di tangannya. ”Pertama grogi dan pucat tapi lama-lama ketagihan,” ungkap gadis kelahiran Batu 8 September 1994 ini.
Menurut Rika, ada kenikmatan luar biasa saat sedang berada di langit. Dia bisa menikmati keindahan alam sekitar. ”Bisa lihat Kota Batu secara luas. Selain itu, bisa ke mana-mana,” ucap warga Kelurahan Songgokerto Kecamatan Batu ini.
Sejak saat itu, Rika bertekad untuk menjadi atlet paralayang, bukan sekadar latihan dan latihan, melainkan juga menggapai peluang meraih prestasi.
Rika bahkan bersikeras, meski awalnya kedua orang tuanya menentang. ”Tapi, lama-lama mereka dukung. Mungkin karena sudah biasa melihat kakak,” katanya.
Konsistensi dan kerja kerasnya sudah terbukti membuahkan hasil. Dia meraih berbagai prestasi, hingga akhirnya dipercaya masuk Pelatnas Asian Games 2018.
Lantaran sudah keasyikan di dunia paralayang, Rika tidak minat lagi untuk kuliah. Kini, fokus Rika sepenuhnya untuk paralayang.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
