
OBJEK WISATA: Monkasel menjadi pengingat bahwa kekuatan militer Indonesia begitu besar.
Veteran perang bukan hanya manusia. Mesin-mesin berkarat ini juga berjasa untuk mendukung bangsa Indonesia berjuang mendapatkan dan mempertahankan kemerdekaan. Surabaya yang Kota Pahlawan ini jadi tempat ”peristirahatan terakhir”. Psst, sudah kenalkah kalian dengan mereka? Come on inside.
NAH... ini dia kapal selam tempur yang bikin militer Belanda ketir-ketir semasa operasi pembebasan Irian Barat (sekarang Provinsi Papua). Ia adalah sisa-sisa puncak kejayaan Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI). Pada masa-masa itu, Indonesia mendapat gelar Macan Asia.
Saat itu, Indonesia punya 12 kapal selam kelas whiskey semacam KRI Pasopati. Dua belas! Itu ukuran yang menakutkan waktu itu. Kapal selam meski dalam jumlah yang kecil bisa membikin kekacauan. Bentrok antara AL Amerika dan Jepang di Teluk Leyte yang dicatat sebagai pertempuran laut terbesar dalam sejarah dikacaukan hanya oleh dua kapal selam, USS Darter dan USS Dace.
Dua belas kapal selam whiskey dan 26 pesawat pengebom jarak jauh ditambah KRI Irian, kapal penjelajah kelas berat buatan Rusia. Kekuatan militer Indonesia pada operasi Trikora 1960 benar-benar raksasa. Sekutu terpaksa mengajukan perundingan yang akhirnya membuat Papua kembali ke pangkuan ibu pertiwi.
Saat ini tersisa tiga unit whiskey. Dua unit masih dioperasikan TNI-AL hingga saat ini. Yakni, KRI Tjakra dan KRI Nanggala. Satu lagi adalah KRI Pasopati 410 yang disulap menjadi Monumen Kapal Selam (Monkasel) di Jalan Pemuda. Monumen tersebut pengingat buat kita semua tentang perjuangan mempertahankan negeri kepulauan tercinta ini.
Menurut Kepala Dinas Penerangan markas Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) Letkol Maman Sulaeman, monumen tersebut diresmikan pada 27 Juni 1998. KRI Pasopati 410 diubah jadi monumen di bawah komando Panglima Armatim Laksda Edi Suyadi. ”Tujuannya untuk menghibur dan mendidik,” katanya.
Jangan kecele kalau masuk kapal selam itu yah, hawanya memang dingin dan sejuk. Sebab, pengelola memasang AC alias pendingin ruangan. Dalam kondisi yang sebenarnya, kapal selam tersebut pengap. Puluhan kru hidup di ruang selebar 6 meter dan setinggi kepala orang dewasa. Selama berbulan-bulan, tidak ada tempat untuk mandi.
Karena itu, Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda Darwanto pernah menyatakan, untuk jadi awak kapal selam itu, syaratnya bau tubuh tidak boleh menyengat. Kebayang kan kalau sampai bertugas berbulan-bulan di ruangan pengap dengan kawan yang bau ketiak. Hehehe... (tau/c6/jan/sep/JPG)

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
