
MEMANG AHLINYA: Prof Dr Suyatno MPd saat mengisi pelatihan membaca cepat kemarin.
JawaPos.com – Sebagian di antara kita pasti pernah membaca sambil menggelengkan kepala mengikuti deretan tulisan, juga dengan menunjuk tulisan. Ada pula yang membaca sambil kecapan alias menggerakkan bibir, tetapi tidak memunculkan suara. Yang lain terkadang sudah membaca sampai bawah, tetapi harus mengulang karena kehilangan fokus.
Semua teknik membaca itu dibahas dalam pelatihan membaca cepat di ruang Graha Delta, Rabu (18/1). Sedikitnya 200 guru TK/RA, SD/MI, dan SMP/MTs se-Sidoarjo mengikuti pelatihan yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sidoarjo Mustain Baladan tersebut. Pematerinya adalah dosen Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Prof Dr Suyatno MPd.
’’Hari ini sudah membaca buku apa? Kemarin sudah membaca buku apa?’’ tanya Suyatno kepada audiens. ’’Paling baca WhatsApp. Betul kan? WA (WhatsApp) itu banyak hoax-nya, kalian diakali asumsi dan rekayasa. Dikit-dikit copas (copy paste, Red), ada bahasa Arab langsung copas, padahal itu alat adu domba,’’ lanjutnya, yang disambut gerr. Suasana pelatihan pun langsung mencair.
Suyatno meminta para guru untuk menyaring setiap informasi yang diterima. Metode Sokrates bisa menjadi salah satu cara. Setiap informasi harus dicek. ’’Apa itu benar, apa itu baik, dan apa itu bermanfaat. Jika tidak memenuhi ketiganya, tinggalkan saja,’’ tegasnya.
Sejurus kemudian, Suyatno meminta ratusan guru berdiri. Setelah itu, dia meminta mereka membalikkan badan. Hanya sekitar lima detik, lalu menghadap ke depan kembali. ’’Sekarang sebutkan sebanyak-banyaknya barang yang kalian lihat di belakang tadi,’’ pinta Suyatno.
Dalam percobaan pertama, tidak ada yang bisa menyebutkan hingga 10 barang. Suyatno mencoba lagi. Kali ini hasilnya lebih baik. ’’Normalnya, kemampuan konsentrasi manusia itu dalam lima detik melihat bisa menyebut 50 jenis barang. Ini tadi untuk melatih konsentrasi,’’ katanya.
Menurut dia, kunci paling utama untuk bisa membaca cepat adalah konsentrasi. Selain itu, mengenali detail tulisan. Misalnya, tulisan dengan font miring, tebal, digarisbawahi, atau yang dibubuhi angka. ’’Itu pasti yang penting,’’ jelasnya. Lihat juga kata kunci penuntun, ungkapan penekanan, ilustrasi, tambahan, dan simpulan yang ada dalam bacaan.
Seorang pembaca capat juga harus jeli melihat predikat di kalimat. Biasanya bisa berbentuk kata kerja, sifat, benda, tempat, atau bilangan. ’’Misalnya, dalam kalimat ’ada sebuah gedung yang sedang direnovasi’. Berarti kata kuncinya itu renovasi, itu yang jadi patokan,’’ ujar pria kelahiran Sumatera Utara pada 1964 tersebut.
Mustain menambahkan, kemampuan membaca cepat bisa membantu menunjang kesuksesan gerakan budaya literasi di Sidoarjo. ’’Minat baca masyarakat, khususnya pelajar, harus terus naik,’’ tuturnya. Mustain bercerita, dirinya pernah melihat suasana pembelajaran kelas IPA di salah satu sekolah di Singapura dan Malaysia.
Berdasar pengamatannya, Mustain menilai pembelajaran di Indonesia lebih bagus. Bedanya, iklim pembelajaran setelah sekolah di dua negara tersebut sangat bagus. Setelah lulus dari SMA atau perguruan tinggi, mereka masih mau membuka buku untuk membaca. ’’Di sini itu (Indonesia, Red) masyarakatnya cepat puas. Kalau sudah lulus, ya merasa sudah selesai,’’ ungkapnya. Melalui gerakan budaya literasi, Mustain berharap sikap cepat puas tadi bisa hilang. Salah satu indikasinya, meningkatnya minat baca masyarakat. (uzi/c7/pri/sep/JPG)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
