
TANCAP GAS: Pembalap BMC Racing dari Australia Richie Porte memenangi etape 2 Tour Down Under 2017 dengan keunggulan 16 detik di depan dua pesaing terdekatnya.
ADELAIDE - Richie Porte hadir sebagai unggulan di Tour Down Under 2017. Richie Porte hadir dengan badan sangat kurus dan fit. Dan Rabu kemarin (18/1), Richie Porte menghancurkan semua pesaingnya.
Pembalap BMC Racing itu berhasil memenangi Etape 2 TDU, yang berlangsung 145,5 km dari Stirling menuju tanjakan Paracombe. Di tanjakan curam sepanjang 1,2 km tersebut, Porte benar-benar tanpa lawan. Dia terus tancap gas, finis 16 detik di depan pesaing terdekat, Gorka Izagirre (Movistar) dan Esteban Chaves (Orica-Scott).
Karena tanjakan Paracombe ini disebut salah satu penentu juara, bisa dibilang Porte sudah menempatkan satu kaki di podium juara overall. Dia hanya perlu bertahan pada empat etape penutup. Bahkan, dia sebenarnya hanya perlu bertahan di satu etape tanjakan yang lain, Sabtu mendatang (21/1) menuju Willunga Hill.
Asal tahu saja, Porte adalah ''King of Willunga''. Dia sudah memenangi etape tanjakan di wilayah selatan Adelaide itu sebanyak tiga kali. Termasuk dua tahun terakhir berturut-turut!
Seusai seremoni podium, Porte mengungkapkan bagaimana dia telah mempersiapkan diri secara khusus untuk TDU 2017, khususnya tanjakan Paracombe yang pendek tapi maut ini. Dia mengingatkan pengalaman 2015, saat kehilangan kemenangan di tanjakan yang sama.
''Luar biasa rasanya bisa memimpin lomba terbesar di Australia. Saya sangat ingin memenanginya. Akan ada beberapa hari yang berat di depan, tapi saya telah mengetahui hari ini betapa luar biasa dukungan rekan-rekan di BMC,'' kata Porte, yang belum pernah memenangi TDU, tapi sudah tiga kali jadi runner-up.
Meski sudah mendekatkan diri dengan gelar, Porte tidak akan rileks. Dia tahu lawan siap mengancam. Pada dasarnya ya bertahan. Khususnya di Willunga Hill nanti.
Bedanya, kalau dulu harus agresif di Willunga Hill, kali ini dia bisa lebih tenang menunggu reaksi lawan.
''Tentu saya ingin menang lagi di Willunga. Tapi, kalau mengenakan jersey leader, bukan tugas saya untuk attack. Saya yakin akan ada attack dalam beberapa hari ke depan, termasuk di Willunga. Posisi saya sekarang lebih nyaman. Tapi, kalau memang harus menuntaskannya di Willunga, ayo saja,'' tandasnya.
Posisi Porte juga lebih fleksibel karena rekan setimnya, Rohan Dennis, masih berada di barisan sepuluh besar. Jadi, mereka bisa bergantian merespons attack apabila ada lawan yang berani mengancam.
Etape 2 kemarin berlangsung dalam kondisi jauh lebih nyaman dari sehari sebelumnya. Temperatur tidak lagi menggila di atas 40 derajat Celsius. Lebih banyak berkisar di tengah 20-an derajat. Angin memang berembus kencang, tapi tidak sampai memorak-porandakan peloton.
Menjelang tanjakan akhir, para unggulan masih berkumpul jadi satu. Peter Sagan (Bora-Hansgrohe) membuka serangan di kaki Paracombe, tapi kemudian Porte tancap gas dan sama sekali tidak terkejar.
Esteban Chaves, yang juga diunggulkan, sama sekali tidak mampu mengganggu.
Seusai etape, Chaves mengaku kagum dengan kehebatan Porte. Dia sadar posisinya sulit untuk mengalahkan pembalap Tasmania tersebut. Tapi, peluang masih ada.
''(Selisih jarak) kami sekitar 20 detik. Jarak yang cukup besar, tapi kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi. Kita lihat saja nanti. Willunga itu tanjakan tujuh menit,'' ujar pembalap Kolombia tersebut.
Kemarin, yang apes adalah Team Sky. Andalan mereka di tanjakan, Sergio Henao, tidak mampu bersuara banyak. Sebelum tanjakan akhir, dia dua kali mengalami ban bocor. Walau akhirnya mampu menyusul kelompok depan, dia sudah kehabisan tenaga untuk merespons tarikan Porte.
Hari ini (19/1), Etape 3 TDU 2017 adalah ''edisi angin''. Peloton akan bergerak dari Glenelg menuju Victor Harbour, menyusuri jalur pantai sejauh 144 km. Di atas kertas, ini seharusnya adalah etape datar. Tapi, angin bisa berperan besar. Kalau lengah, pembalap bisa tercecer terpisah dari peloton. (*)

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
