
Rusmiati alias Dona saat diperiksa di Mapolresta Pontianak
JawaPos.com - Rusmiati alias Dona, 27 sang pemotor tanpa busana, hingga saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Jiwa Daerah Sungai Bangkong Pontianak, Kalimantan Barat. Wanita asal Sukabumi, Jawa Barat itu dipastikan akan dijemput oleh keluarganya, Jumat (20/1) besok.
“Kami sudah melakukan koordinasi dengan keluarga Dona di Sukabumi. Rencananya orangtuanya akan datang pada Jumat ini difasilitasi Pemeritah Jawa Barat,” kata Kasi Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Pontianak, Oskar Ibrahim, Rabu (18/1) sore.
Saat ini, kata Oskar, pihaknya bersama dokter Rumah Sakit Jiwa Sungai Bangkong masih melakukan observasi kondisi kejiwaan Dona. Berdasarkan hasil dari observasi dua hari ini, kejiwaan Dona berangsur stabil.
Terpisah, Kapolresta Pontianak Kombes Pol Iwan Imam Susilo mengatakan, kepolisian masih berupaya mengungkap motif dari aksi tak lazim yang dilakukan Dona tersebut.
Segala upaya seperti pemeriksaan intensif sudah dilakukan. Meski keterangan Dona lebih banyak diluar logika. Begitu juga pemeriksaan urin yang hasilnya negatif mengandung zat Narkoba.
Namun, Iwan menduga, perbuatan apnormal itu akibat dari efek tanaman seperti kecubung dan jamur kotoran sapi. “Saya mendapat informasi, bahwa yang bersangkutan tidak menggunakan Narkoba (saat itu), tetapi menggunakan semacam tanaman yang bisa menyebabkan halusinasi. Seperti yang kita kenal di masyarakat, yaitu kecubung atau jamur kotoran sapi,” kata Kombes Pol Iwan di Mapolresta Pontianak.
Sejauh ini, kata Iwan, pihaknya masih terus berkoordinasi dengan RSJ Daerah Sungai Bangkong, terkait kondisi terkini Dona. Terkait pasal 281 KUHP tentang perbuatan asusila atau tidak sopan di muka umum, juga telah dipersiapkan.
“Kita masih belum tahu, apakah yang bersangkutan ini bermotor sambil telanjang bulat karena depresi atau pengaruh dari zat-zat yang dimakannya tadi, seperti kecubung itu,” jelasnya.
Selain akan mengungkap motif dari fenomena berkendara bugil ini, Iwan menegaskan, kepolisian juga akan menyelidiki dugaan keterlibatan Dona sebagai korban prostitusi. Pasalnya, dia dikenal bekerja menjadi pelayan tamu di Hotel Flamboyan.
“Informasi awal itu masih kita lakukan pendalaman. Karena informasi yang beredar di lapangan, bahwa selama ini yang bersangkutan bekerja seperti itu,” jelas Iwan.
Untuk diketahui, Kecubung tidak hanya berguna sebagai tanaman pembius. Khasiat lain yang bisa didapat dari kecubung ternyata cukup banyak. Beberapa di antaranya sebagai obat sakit gigi dan asma. Kecubung dengan nama latin Datura metel L, selama ini dikenal sebagai tanaman yang berefek negatif.
Tanaman yang bunganya berbentuk terompet ini, kerap disalahgunakan untuk penghilang kesadaran atau sebagai zat pembius, karena daun kecubung berkhasiat anestesi. Hal itu terutama karena tanaman ini mengandung metil kristalin yang mempunyai efek relaksasi pada otot lurik.
Karena bentuknya yang seperti terompet ditambah konotasi negatif, masyarakat Amerika dan Eropa kemudian menyebutnya sebagai devil trumpet. Penyalahgunaan tersebut sebenarnya berasal dari kebiasaan sebuah kelompok masyarakat di India, menggunakan kecubung untuk membius korban persembahan bagi dewa.
Hingga kini, kecubung pun masih dianggap negatif. Padahal, anggapan tersebut tidak terlalu tepat, karena tanaman ini juga memiliki nilai positif. Sejak dulu, masyarakat Tionghoa menggunakan kecubung sebagai obat selesma. Bisa jadi, efek pedas, pahit dan menghangatkan inilah yang membuat kecubung dimanfaatkan untuk obat flu.
Di India, biji kecubung yang dihaluskan dan dicampur lemak menjadi obat luar bagi penderita impotensi. Selain itu, obat tersebut dipercaya mampu menambah daya tahan seksual. Manfaat lain dari kecubung, selain untuk mengatasi flu dan impotensi, juga baik untuk meredakan asma dan sakit gigi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
