Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 19 Januari 2017 | 10.30 WIB

Jumlah Armada Berkurang, Penumpang Keluhkan Pelayanan Bus Massal

Penumpang bus Trans Metro Pekanbaru menunggu bus di Halte Dupa Jalan Jendral Sudirman. Rabu (18/1/2017). - Image

Penumpang bus Trans Metro Pekanbaru menunggu bus di Halte Dupa Jalan Jendral Sudirman. Rabu (18/1/2017).

JawaPos.com - Berkurangnya jumlah armada bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) beroperasi berdampak pada waktu kedatangan armada angkutan massal tesebut di halte. Setiap penumpang harus rela menunggu kedatangan bus berkisar 30 menit atau lebih. Dampak ini sangat terasa sekali bagi penumpangyang berada di rute-rute panjang.


Dika (20), salah seorang penumpang mengaku, butuh waktu satu jam bagi dirinya yang berada di rute Halte Patimura dan Universitas Riau (Unri).  "Harus rela menghabiskan waktu hingga 1 jam lebih untuk berangkat kuliah. Dari sini (Halte Pattimura) ke Halte depan Unri. Saya nunggunya sering lama. Jadi nungu sampai setengah jam, lalu nanti di Jalan dari sini ke Unri bisa lebih setengah jam pula. Karena yang sekarang ini badannya lebih besar," kata mahasiswa itu yang dilansir Riau Pos (Jawa Pos Group), Kamis (19/1).


Keluhan yang sama juga disuarakan Umro (20). Dirinya menyebutkan, akhir-akhir ini bus TMP semakin sering molor. Saat pagi, antriannya tidak begitu rasa. Namun kalau sudah siang, jadwal kedatang bus di halte bisa sangat lama.


"Kalau pagi biasa aja, siang baru agak lama. Kadang lebih dari setengah jam. Rasanya belum pernah selama ini menunggu. Katanya busnya dikurangi, sekarang memang benar-benar terasa," sebut Umro yang menunggu di Halte Arhanudse.


Saban hari Umro dari berangkat dari Arhanudse ke Plaza Sukaramai menggunakan TMP. Bus tersebut sangat membantu aktivitasnya. Menurutnya, pelayanannya bus ini masih standar, tapi sejak ada bus baru saat ini, TMP jauh lebih nyaman.


Sementara itu, Organiasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Kota Pekanbaru memberikan catatan, jumlah unit armada yang dioperasikan saat ini sangat tidak memadai.


Berdasarkan data di Organda Pekanbaru, pengoperasian 40 unit bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) saja kurang, apalagi cuma 30 unit. Organda juga mengestimasi, dengan jumlah itu, sangat banyak warga yang tidak dapat menikmati layanan transportasi publik dengan maksimal.


Ketua Organda Pekanbaru Syaiful Alam menyebutkan, kebutuhan transportasi massal di Pekanbaru merupakan salah satu kebutuhan vital. Terutama untuk mengurangi macet di dalam kota.


Menurut Syaiful, pengurangan jumlah armada tidak hanya menambah waktu tunggu penumpang, tapi juga akan mengancam keberlangsungan sejumlah koridor yang saat ini cukup banyak penumpangnya. "Ini kan pelayanan publik yang wajib dipenuhi pemerintah, makanya sangat kita sesalkan. Di saat masyarakat sudah terbiasa dan suka dengan TMP, justru armadanya dikurangi. Ini artinya, kepentingan masyarakat tidak diutamakan," sebut Syaiful.


Dia mengaku heran, mengapa Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru tidak memperpanjang kontrak kerja dengan PD Pembangunan. Padahal Direktur PD Pembangunan sudah menyurati Walikota untuk menanyakan kelanjutan operasionalnya TMP pada tanggal 23 Agustus 2016 silam.


Organda berharap Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mendahulukan kebutuhan transportasi massal bagi masyarakat. Hal ini juga sebagai upaya untuk terus menekan jumlah kendaraan pribadi yang saat ini sudah hampir tidak tertampung lagi oleh Jalan-jalan dalam Kota Pekanbaru.


Organda, kata Syiaful, akan ikut mendorong normalisasi operasional TMP ini. ''Tidak ada kepentingan lain, selain mengakomodasi kebutuhan transportasi umum yang memadai bagi warga Kota," tutupnya. (end/ali/iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore