Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 19 Januari 2017 | 08.30 WIB

Gandeng Kapolri, Garda Bangsa Cermati  Maraknya Fenomena Intoleransi 

Kapolri Jenderal Tito Karnavian - Image

Kapolri Jenderal Tito Karnavian

JawaPos.com - Dewan Koordinasi Nasional (DKN) Garda Bangsa  menggelar Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas), di Jakarta, Kamis (19/1) bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Adapun topik yang dibahas meliputi  deradikalisasi, intoleransi dan teorisme bererta solusinya.


Selain itu, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar dan pengamat terorisme Alchaidar bakal hadir di acara itu. Bahkan, sejumlah menteri dari PKB juga direncanakan hadir.


"Fenomena radikalisasi masih terus terjadi di Indonesia. Sepanjang tahun 2016, telah terjadi sedikitnya 4 kali bom bunuh diri. Realitas kekinian menunjukkan bahwa kekerasan, intoleransi, radikalisme mengancam kebhinekaan dan demokrasi kita," kata Ketua Umum DKN Garda Bangsa Cucun A Syamsurijal dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/1).


Dia yang juga menjabat sebagai  Sekretaris Fraksi PKB di DPR ini memandang, paham radikal-teror bukanlah  isapan jempol, namun benar adanya ditengah-tengah masyakat. Bahkan menurutnya, gerakan ini telah mangancam sendi-sendi Kebhinnekaan dan kebangsaan yang telah dibangun dengan susah paya oleh founding fathers bangsa.


"Merebaknya  paham radikalisme-terorisme patut mendapatkan perhatian kita. Beberapa lembaga penelitian, seperti Education Sector Analytical and Capacity Development Partnership (ACDP) mensinyalir bahwa  faham radikalisme-terorisme  telah masuk dan menginfiltrasi institusi pendidikan mulai dari sekolah dasar sampai sekolah menengah," papar dia.


Bahkan Lembaga riset Pew Researce, merilis hasil penelitiannya yang menyebutkan bahwa Indonesia masuk katagori Negara yang penduduknya, ada 4 persen atau sekitar 10 juta penduduk Indonesia, mendukung pandangan-pandangan dan gerakan Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS).


Ironisnya, pandangan-pandangn radikal dan ekstrem ini didukung oleh anak muda yang berada dalam usia produktif. Di sisi lain, kita sedang mengalami ledakan jumlah penduduk usia produktif.


"Mereka inilah masa depan Indonesia yang akan menjadikan demografi sebagai bonus pembangunan. Mereka tidak hanya dominan dari sisi demografi, namun juga kelompok mayoritas dalam elektoral, mereka adalah generasi milenial," tandas Cucun. (elf/JPG)

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore