Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 19 Januari 2017 | 05.22 WIB

Astaga, Lelaki Ini Akhiri Hidup di Rumah Sahabatnya

Katno ditemukan tewas setelah melukai urat nadi dengan pisau cater, kemarin. - Image

Katno ditemukan tewas setelah melukai urat nadi dengan pisau cater, kemarin.

JawaPos.com - Bersahabat tentu harus rela saling membantu. Seperti kisah Khamid dan Katno ini. Ketika Katno menderita penyakit komplikasi, Khamid pun tak segan membuka rumahnya untuk sahabatnya ini. Namun, ternyata justru berakhir tragis. Seperti apa kisahnya?


Siang itu, Katno, 52, bertandang ke rumah sahabatnya Khamid di Desa Cangkring, Jatiroto. Tidak ada tanda-tanda kalau momen kali ini merupakan pertemuan terakhir dua sahabat ini. Kepada teman karibnya ini, Katno sempat bercerita baru keluar dari rumah sakit setelah dirawat beberapa hari karena penyakit komplikasi dan ginjal. Dia pun sempat mengeluh dan mulai frustasi menghadapi beban hidupnya.


            Untuk menenangkan diri, Katno pun meminta izin Khamid ingin menginap di rumahnya. Karena kedekatannya ini, Khamid pun tak keberatan dan mempersilakan temannya yang berprofesi sebagai sopir asal Dusun Jatirejo, Desa Jatisari, Kecamatan Jatisrono, ini bermalam.


Senin pagi (16/1), Khamid pamit kepada Katno untuk pergi mengurus ladangnya. Saat itu Katno ditinggal sendiri di rumah. Namun, sebelum pergi, dia sudah menyiapkan ember kecil di dekat tempat tidur Katno. Ini untuk memudahkan bila sewaktu-waktu akan buang air kecil. Karena selama ini dia mengalami kendala itu setelah ginjalnya bermasalah.


Lalu, sekitar pukul 15.30, Khamid pulang dari ladang. Namun, dia langsung terkejut begitu melihat sahabatnya itu duduk di kursi dengan tangan kiri di balut dengan sarung dan ada darah di bawah kursi. Takut terjadi apa-apa, Khamid lalu memanggil tetangganya Yadi, untuk menjaga korban, sementara Khamid memanggil kepala desa setempat.  


“Kepada desa dan warga sempat membujuk korban agar mau dibawa ke rumah sakit. Tapi dia menolak karena merasa hidupnya sudah tidak berguna lagi. Akhirnya warga lapor polisi,” kata Paur Humas Polres Wonogiri Aipda Iwan Sumarsono mewakili Kapolres AKBP Ronald R Rumondor, Selasa (17/1).


Polisi yang menerima laporan lantas menuju ke tempat kejadian. Namun, korban telah meninggal dunia saat polisi sampai di rumah Khamid. Polisi lalu melakukan olah tempat kerjadian perkara (TKP) dan melakukan visum. Diduga kuat, korban mengakhiri hidupnya dengan memotong urat nadi pergelangan tangan kirinya dengan menggunakan pisau cutter.


“Setelah melakukan visum, jenazah korban lalu diserahkan kepada pihak keluarga. Satu buah pisau carter gagang warna merah dan sebuah sepeda motor Honda GL 100 tanpa plat nomor diamankan sebagai barang bukti,” katanya. 


Dari keterangan saksi Khamid, korban mengeluh sudah tidak ada siapa-siapa karena seluruh keluarganya sudah tidak mau menerimanya lagi. Hal itu dikarenakan korban semasa mudanya sering menganiaya terhadap istri, anak, dan orang tuanya. (kwl/bun)

Editor: Soejatmiko
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore