
BAHAYA: Jembatan penghubung Desa Kaliputih dan Dukuh Slento, Singorojo, Kendal putus akibat tergerus arus sungai, Selasa (18/1).
JawaPos.com - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kendal bagian atas mengakibatkan bencana. Jembatan sepanjang 50 meter di Dukuh Slento, Desa Kaliputih, Kecamatan Singorojo putus. Akibatnya, 350 kepala keluarga (KK) terisolasi lantaran jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses warga untuk beraktivitas keluar desa.
Sutrimo, 42, salah satu warga setempat, mengatakan, jembatan mengalami amblas akibat air sungai yang meluap dalam dua hari terakhir. Meluapnya air sungai, menurutnya, lantaran curah hujan yang tinggi sejak Minggu (15/1) lalu.
Ia mengaku, sudah tiga kali, jembatan Kaliputih sepanjang 50 meter dan lebar 3 meter ini amblas dan putus sejak 2016 lalu. ”Baru setahun ini diperbaiki, tapi sudah amblas dan putus lagi,” keluhnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (17/1).
Diduga jembatan amblas akibat tiang beton penyangga bagian tengah tergerus arus sungai yang deras. Sehingga jembatan amblas dan mengalami putus di bagian tengah terbelah menjadi dua. Padahal, jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses keluar masuk warga Dukuh Slento. ”Sebenarnya sudah lama retak, hanya saja tidak segera diperbaiki. Sehingga amblas lantaran tidak kuat menahan derasnya arus sungai,” katanya.
Putusnya jembatan Kaliputih ini, sedikitnya 350 KK yang terbagi dalam lima RT terisolasi. ”Kasihan warga Dukuh Slento, Mas. Karena jembatan ini satu-satunya jalan keluar masuk dukuh. Jadi, tidak ada lagi jalan lain,” kata Ngateno, 53, warga lainnya.
Ngateno meminta agar jembatan segera diperbaiki, sehingga aktivitas warga bisa kembali normal. ”Kasihan anak-anak kalau berangkat sekolah jadi terhambat gara-gara jembatan putus,” tuturnya.
Kepala Desa Kaliputih, Suyoto, mengatakan, banjir Sungai Bodri membuat jembatan yang April 2016 silam putus kembali bergeser. ”Hujannya cukup tinggi di wilayah atas, sehingga membawa material banyak, dan jembatan tidak kuat menahan derasnya arus sungai,” katanya.
Bupati Kendal, Mirna Annisa, mengatakan, pihaknya akan segera melaporkan peristiwa ini ke Pemprov Jateng. Sebab sungai ini merupakan kewenangan pemprov.
”Kami harapkan bisa segera dilakukan perbaikan. Kasihan anak-anak sekolah akan mengalami kesulitan, karena harus berjalan kaki. Selain itu, aktivitas warga jadi terhambat jika jembatan tidak segera diperbaiki,” tuturnya.
Rencananya, Rabu (18/1) hari ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal dibantu anggota Babinsa dan warga setempat akan melakukan gotong royong untuk membangun jembatan darurat. Sehingga warga minimal bisa beraktivitas normal, menunggu jembatan Kaliputih diperbaiki.
Kepala BPBD Kendal, Sigit Sulistyo, mengatakan, rencananya jembatan akan dilakukan perbaikan sementara dibantu anggota TNI dan warga sekitar. ”Tahun ini sudah dianggarkan di APBD untuk perbaikan dan pembangunan jembatan baru yang lebih kuat. Target sementara jembatan bisa dilalui oleh warga untuk aktivitas sehari-hari,” ujar Sigit. (bud/aro/ce1)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
