
UJI BEBAN: Aurelia Narda (kiri) dan Veronica Sienarta menguji kekuatan replika jembatan yang sudah jadi.
JawaPos.com – Konstruksi jembatan mulanya hanya ketertarikan sebagian siswa SMA Stella Maris Surabaya. Terutama mereka yang akan ikut lomba yang diselenggarakan jurusan teknik sipil beberapa perguruan tinggi. Sekolah menampung minat itu. Siswa yang tertarik mengikuti lomba diperbolehkan mengembangkan kreativitas.
Lama-kelamaan, peminat semakin banyak. Biasanya para siswa berlatih membuat konstruksi jembatan di rumah teman-temannya saat akhir pekan. Hal tersebut berlangsung sejak 2001.
Dua tahun lalu Pembina Ekstrakurikuler SMA Stella Maris Surabaya Dwi Rini mendapatkan tawaran dari Nelvin Tanoyo. Sebagai alumnus sekolah, Nelvin merasa tertarik menjadikan konstruksi jembatan sebagai ekstrakurikuler. Apalagi, dia cukup berpengalaman di bidang tersebut. Saat SMA, dia memenangi perlombaan dengan membuat konstruksi jembatan. Apalagi, kini dia berkuliah di jurusan teknik sipil. ”Rupanya, kepala sekolah mengapresiasi dan menyetujui ide Nelvin,” katanya.
Akhirnya, konstruksi jembatan resmi menjadi ekstrakurikuler. Sejak saat itu, Nelvin dan Hans Tandra menjadi pembimbing para siswa. Mereka diperbolehkan menggunakan ruang kelas. Kegiatannya berlangsung setiap Sabtu. ”Sebab, saya longgar hari itu,” ujar Nelvin.
Setiap pertemuan, mereka belajar membuat desain baru atau menyelesaikan prakarya setengah jadi. Tujuannya, melatih siswa agar terbiasa dengan pembuatan kerangka jembatan.
Ketika ikut lomba, biasanya ada peraturan yang tidak memperbolehkan peserta membawa hasil jadi. Seluruh bahan harus dirakit di lokasi kompetisi berlangsung. Karena itu, mereka harus siap desain dan teknik pembuatan jembatan sebelum lomba. ”Tinggal disesuaikan dengan aturan lomba. Mau jembatan jenis apa, panjang, tinggi, dan lebarnya berapa,” imbuhnya.
Kini berbagai prestasi diraih para siswa Stella Maris dalam bidang konstruksi jembatan. Seluruh piagam dan piala penghargaan disimpan di sekolah dengan rapi. Di antaranya, ada lomba yang diadakan Jurusan Teknik Sipil UK Petra, Universitas Negeri Jember, dan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. (ant/c16/nda/sep/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
