Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 19 Januari 2017 | 02.08 WIB

Rumitnya Menyatukan Pebulu Tangkis Ganda Putri

Tim ganda putri menggelar rangkaian games untuk saling mengenali karakter masing-masing. - Image

Tim ganda putri menggelar rangkaian games untuk saling mengenali karakter masing-masing.

JawaPos.com - Acara gathering di Bogor dijadikan momen pelatih ganda putri pelatnas PBSI untuk meraba komposisi pasangan pemain untuk dijajal pada tahun ini. Mereka menyadari, menyatukan dua pebulu tangkis untuk tampil di sektor ganda putri bukan perkara mudah. Bahkan lebih sulit dari menyatukan pasangan ganda putra atau ganda campuran.


Seperti diutarakan Pelatih Fisik Ganda Putri PBSI, Ari Subarkah, sangat penting memahami karakter setiap pemain sebelum membuat keputusan memasangkan dua pebulu tangkis putri. Pasalnya, karakter atlet putri memang lebih rumit ketimbang putra.


"Sektor ganda putri ini termasuk yang cukup rumit, menyatukan dua pemain, pemain putri pula, yang perasaannya lebih sensitif dari pemain putra," kata Ari Subarkah, Pelatih Fisik Ganda Putri PBSI yang menyusun program tim bonding, dalam rilis yang diterima JawaPos.com.


Demi meresapi setiap karakter pemain, terutama anggota baru Pelatnas, selama tiga hari berturut-turut, tim ganda putri pelatnas sama sekali tak menyentuh raket. Sebanyak 23 atlet utama dan pratama mengikuti Gathering Tim Ganda Putri Pelatnas 2017 di Bogor, Jawa Barat, pada 16-18 Januari 2017. 


Selain untuk refreshing, acara ini juga memiliki tujuan khusus. Selain mempererat kebersamaan, perkenalan dengan pemain dan pelatih baru, acara ini juga dimanfaatkan tim pelatih untuk mengenal karakter anak-anak didik mereka. Program team bonding dikemas tim pelatih dan memiliki esensi khusus.


Permainan yang diprogramkan memang sengaja dipilih sesuai kebutuhan tim ganda putri pelatnas. Di antaranya adalah mengenal karakter diri sendiri, karakter temannya, saling percaya dengan teman/partner, bagaimana si atlet bisa menerima kondisi orang lain tanpa mempengaruhi performanya sendiri.


"Di permainan ini kelihatan sekali karakter tiap pemain seperti apa. Ada yang jiwa tidak mau kalahnya tinggi, ada yang tidak bisa menerima kesalahan temannya, ada yang tidak terpengaruh dengan konflik dan tetap tampil bagus, dan sebagainya," beber Ari. 


Tiga hari tak latihan bulu tangkis, bukan berarti tak ada kegiatan melatih fisik. Kondisi atlet tetap dijaga dengan sesi lari pagi di alam terbuka. Jaraknya cukup jauh hingga lebih dari 20 KM. Selain itu beberapa sesi permainan juga cukup menguras stamina seperti bola tangan dan sepak bola. 


"Terima kasih ya kakak-kakak semua, sudah mengajak kami gathering. Selama di sini kami banyak belajar dan merasa lebih dekat sama kakak-kakak, mungkin kalau di pelatnas belum tentu bisa begini, kami kadang sungkan sama senior," ujar pemain pratama kompak kepada para senior mereka. Hal ini dilakukan spontan oleh para pemain, hingga membuat para seniornya cukup terkejut. 


Para senior pun menjawab dengan ucapan selamat datang di keluarga ganda putri pelatnas.


"Selamat datang adik-adik semua di tim ganda putri. Semoga kita bisa menjadi keluarga dan tim yang solid. Contohlah apa yang kalian anggap baik dari para senior, jangan takut, jangan sungkan namun tetap respect kepada senior, siapapun di pelatnas, dan kepada orang yang lebih tua dari kita," ujar Greysia Polii mewakili pemain senior. (ira/JPG)

Editor: Irawan Dwi Ismunanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore