
ILUSTRASI
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusulkan agar dana parpol naik menjadi 50 persen. Baik di tingkat pusat, provinsi dan kabupaten.
Kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, usulan agar negara ikut mendanai parpol sudah melalui kajian matang. Tentunya melibatkan sejumlah pihak seperti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pakar, ekonom, dan parpol sendiri.
"Porsi idealnya diusulkan sebesar lima puluh persen dari kebutuhan parpol berdasarkan baseline tahun 2016," ujarnya saat rapat dengar pendapat (RDP) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/1).
KPK juga merekomendasikan agar kenaikan dana untuk parpol itu dilakukan secara bertahap selama sepuluh tahun. "Secara proporsional berdasarkan hasil evaluasi kepatuhan parpol khususnya dalam tiga, rekrutmen, pengkaderan dan etik," tutur Syarif.
Alokasi anggaran tersebut ditujukan untuk pembiayaan administrasi kesekretariatan sebanyak 25 persen dan 75 persen lainnya untuk pendidikan politik dan kaderisasi, serta pembenahan tata kelola partai.
Dengan besaran tersebut, KPK juga berharap agar dana tersebut digunakan untuk menyusun dan melaksanakan program rekutmen dan kaderisasi yang baik. Lalu, penyusunan dan pelaksanaan kode etik politisi. Selanjutnya, melaksanaan pendidikan politik pada masyarakat. "(Juga) pembenahan kelembagaan serta tata keloloa keuangan agar parpol menjadi transparan," tuturnya.
Kendati demikian, Syarif mengatakan peningkatan dana parpol perlu memperhatikan beberapa hal. "Salah satunya kemampuan keuangan negara, kondisi geografis, dan demografis, dan kematangan demokrasi," tegasnya.
Seiring dengan itu, KPK merekomendasikan agar DPR melakukan revisi perundang-undang atau peraturan pemerintah. Yakni, PP Nomor 5 Tahun 2009 tetntang bantuan keuangan parpol, atau UU Nomor 2 Tahun 2008 yang telah diubah dengan UU Nomor 2 Tahun 2011 tentang parpol. "Saya persilakan bapak-bapak untuk memilih yang mana,"
Sementara, tak hanya bantuan uang, KPK juga mengusulkan agar pemerintah memberikan bantuan slot waktu di stasiun televisi kepada setiap parpol untuk menyosialisasikan program-programnya pada masa kampanye sebagai bagian dari pendidikan politik. (dna/JPG)

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
