
BPPT dan BATAN Kunjungi Kebun Sorgum di Citayam
JawaPos.com – Masyarakat Indonesia umumnya hanya mengenal beras padi sebagai sumber karbohidrat. Jika tidak makan nasi dan hanya diganti dengan umbi-ubian seperti singkong, jagung, atau kentang dianggap tidak kenyang. Padahal beras padi atau nasi memiliki Glikemik Indeks atau zat gula yang tinggi dan cepat diubah menjadi glukosa.
Jika terlalu banyak makan nasi akan mudah mengantuk, cepat lapar, dan berisiko meningkatkan penyakit diabetes serta obesitas.
Di Indonesia, budidaya sorgum sebagai sumber pangan kurang populer. Sorgum adalah tanaman serbaguna yang dapat digunakan sebagai sumber pangan, pakan ternak, dan bahan baku industri. Sebagai bahan pangan, sorgum berada pada urutan ke-5 di dunia. Sorgum memiliki kandungan Glikemik Indeks yang rendah tetapi nilai karbohidratnya ekuivalen dengan beras.
“Ini bukan barang baru untuk dunia, sudah menjadi sumber pangan 5 terbesar di dunia. Seluruh dunia kecuali Indonesia. Afrika kalau kita runut sudah makan ini begitu pula Mediterania makanan mereka,” kata Pakar Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB) Nur Mahmudi Ismail saat meninjau kebun sorgum di Citayam, Rabu (18/1).
Peneliti Utama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) ini menjelaskan sorgum hidup di areal yang sumber airnya tak terlalu membutuhkan irigasi teknis atau cocok di iklim tropis. Nur Mahmudi mengungkapkan sorgum sangat baik dikonsumsi bagi penderita diabetes (diabetisi) dan masyarakat seluruhnya yang ingin menerapkan pola pangan sehat.
“Kalau di Jawa dikenal dengan jagung cantel. Di candi Borobudur ada relief tentang sumber pangan salah satunya tanaman sorgum. Artinya sebelum penjajahan sudah ada. Batang dan daunnya juicy cocok sebagai pakan ternak,” kata Wali Kota Depok periode 2006-2016 ini.
Untuk kesehatan dan nilai gizinya, kata dia, masyarakat yang berisiko atau mempunyai kecenderungan diabetes agar menjauhi gandum dan beras. Mereka dapat berpindah ke jagung atau sorgum. Cara memasaknya sama seperti memasak beras padi.
“Glikemik indeks rendah, karbohidrat sama dengan beras, dan protein tinggi. Sumber vitamin dan mineral yang bagus. Sehingga kandungan energi tinggi tetapi glukosanya rendah. Mari sekarang perlu dihidupkan kembali dan gampang ditanam,” jelasnya.
BPPT saat ini berkoordinasi dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) untuk mengembangkan belasan jenis sorgum mana jenis unggul yang dapat dikembangkan. Setelah diteliti nanti akan dilepas dulu ke Kementerian Pertanian untuk menjadi varietas agar siap disebarluaskan ke petani di seluruh Indonesia. (cr1/JPG)

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
