
Tumpeng Sorgum Hidangan Bagi Peneliti BPPT dan BATAN
JawaPos.com - Nasi tumpeng umumnya terbuat dari beras dan biasa disajikan di setiap acara formal, ulang tahun, atau perayaan kebudayaan. Kini ada alternatif untuk bahan utama pembuatan tumpeng pengganti nasi yaitu sorgum.
Sorgum adalah tanaman serbaguna yang dapat digunakan sebagai sumber pangan, pakan ternak dan bahan baku industri. Di Jawa, sorgum dikenal dengan tanaman jagung cantel.
Bahan pangan ini kaya dengan energi, glikemik indeks dan glukosa yang rendah. Sehingga tidak akan menyebabkan kegemukan atau kekenyangan. Cara memasaknya sama dengan nasi tumpeng biasa atau nasi pada umumnya.
Hanya saja air yang digunakan harus lebih banyak 1,5 kali dari komposisi memasak beras. Karena bulirnya berbentuk bulat lebih keras dari beras biasa atau padi. Sedangkan beras padi berbentuk lonjong. Waktu memasaknya hanya berkisar 30-45 menit dan lebih cepat matang dibanding beras padi.
Di tangan seorang Chef Hotel Bumi Wiyata Mulyaman, sorgum diolah menjadi tumpeng yang cantik. Bumbu yang digunakan sama seperti nasi kuning pada umumnya. Lalu ditambah dengan lauk pauk seperti ayam, daging, abon, perkedel, urap, dan sayur mayur sebagai sumber protein tambahan.
“Sangat mudah masaknya dari tekstur lebih bagus. Kami sudah uji coba di pesta pernikahan untuk menu undangan 2000 orang. Dan habis ludes banyak yang suka di menu buffet,” kata Mulyaman di kebun pertanian Citayam saat kunjungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Rabu (18/1).
Menurutnya sorgum cocok untuk dimakan bagi orang dengan usia 40 tahun ke atas, karena kaya energi tetapi rendah glukosa. Apalagi untuk mereka yang sudah gemuk dan memiliki risiko obesitas. Satu lagi yang menyehatkan, memasak nasi goreng, nasi kuning, nasi uduk dengan bahan baku sorgum, tidak menggunakan banyak minyak.
“Efisiensinya penggunaan minyak buat nasi goreng. Setelah matang, lebih mengembang hasilnya dan rasanya sama enaknya dengan beras padi,” kata Mulyaman.
Sorgum juga dapat dimasak konvensional menggunakan dandang atau menggunakan penanank nasi (rice cooker) dengan metode memasak yang sama. Jika tidak disosoh setelah dipanen, kulit sorgum berbeda dengan kulit padi atau gabah yang keras jika tertelan. Kulit sorgum dapat dimakan mirip seperti bubur kacang hijau dan kaya protein. (cr1/JPG)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
