
AMBRUK: Kondisi SDN Randuwatang, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang.
JawaPos.com- Ancaman atap ambruk masih menghantui siswa SDN Randuwatang di Kecamatan Kudu, Jombang. Kondisi ruangan yang dipakai proses belajar-mengajar (PBM) secara darurat pun rawan. Saat ini ruangan tersebut ditempati sedikitnya sepuluh siswa kelas I.
Subedjo, Kepala SDN Randuwatang, menyebutkan bahwa ruangan yang kini ditempati siswa kelas I berada satu deret gedung dengan ruang kelas yang ambruk. ”Satu gedung ada tiga ruangan. Dari selatan kelas I, kelas II, dan kelas III,” katanya. Sebelumnya, ruangan yang ditempati siswa kelas I adalah milik kelas III.
Kondisi atap ruangan tersebut hampir sama dengan ruang kelas II yang saat ini dikosongkan dan kelas I yang ambruk. Atap plafon mulai melengkung. Kondisi sama juga terlihat di ruang kelas V dan IV di sebelah ruang guru.
”Siswa kelas II menempati ruang yang sebelumnya berfungsi sebagai musala. Sementara itu, siswa kelas III digabung dengan kelas IV karena jumlah siswa dua kelas ini sedikit,” tambah Subedjo.
Pihaknya menyatakan, meski yang ambruk hanya ruang kelas I, siswa kelas II tetap dipindah ke ruangan lain. ”Khawatir ikut ambruk seperti ruang kelas I. Sebab, tiga ruangan ini satu deret gedung,” ujarnya. Meski kondisinya hampir sama dengan dua ruangan sebelumnya, pihak SDN Randuwatang tetap membawa siswa kelas I ke ruangan tersebut.
Alasannya, tidak ada ruangan lagi yang bisa digunakan sebagai sarana alternatif proses belajar-mengajar. ”Kami menerima info, pencairan dana bantuan akan dipercepat. Kemarin bapak Kadispendik menyampaikan langsung supaya gedung yang rusak segera diperbaiki,” katanya.
Terkait ambruknya atap di ruang kelas I, Subedjo tak bisa memberikan banyak penjelasan. Yang dia tahu, renovasi gedung yang ambruk dilakukan pada 2009.
”Saya baru masuk di sekolah ini semester lalu. Jadi, tidak tahu banyak. Yang saya ketahui, dana renovasi bersumber dari DAK (dana alokasi khusus),” terangnya.
Sementara itu, beberapa siswa berharap gedung yang rusak segera diperbaiki. Mereka mengaku takut meski sudah menempati ruang kelas baru. Selain itu, menempati ruangan baru, menurut mereka, bisa mengurangi konsentrasi saat belajar. ”Karena di sini tidak enak,” ungkap Mellani, salah seorang siswa kelas I SDN Randuwatang.
Minggu malam kerangka atap SDN Randuwatang yang lapuk di salah satu kelas ambruk. Untung, saat kejadian, tidak ada siswa di dalam ruangan. (mar/bin/c21/diq)

Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
