
BELUM DITERTIBKAN: Pengemis mangkal di Perempatan Panjer Mojosari.
JawaPos.com – Bila ibu kota Surabaya hampir bebas pengemis, lain halnya dengan Kota Mojokerto. Setiap trafic light yang ada di Kota Onde-onde ini, pasti ada pengemisnya. Menjamurnya penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) seperti gelandangan, pengemis, pengamen (gepeng), dan anak jalanan (anjal) sejauh ini masih menjadi PR (pekerjaan rumah) Pemkot Mojokerto yang berlaru-larut tak kunjung tuntas.
Dari hari ke hari, jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial ini semakin banyak. ’’Sampai sekarang masih saja banyak orang minta-minta,’’ ungkap Iswahyudi, warga Mojosari, Senin (16/1).
Menurutnya, menjamurnya PMKS ini tak lepas dari pengetahuan pelaku yang menganggap kegiatan mereka sebagai penghasilan utama. Macam sebagai pengemis yang mendapatkan uang dengan cara mudah.
’’Termasuk memberikan uang ke pengemis. Itu juga cukup berpengaruh dan membuat subur pengmis,’’ tuturnya. Yang memprihatinkan, kata Yudi, anak-anak di bawah umur seolah menjadi bahan eksploitasi. ’’Buktinya, di sejumlah perempatan dan pasar masih banyak dijumpai,’’ ujarnya.
Salah satunya di traffic light perempatan Sooko Jalan RA Basuni. Setiap siang tak sedikit PMKS terlihat mundar-mandir. Sambil menodongkan tangan kepada pengendara, sesekali mereka memasang wajah melas.
Selain itu, ada di traffic light simpang lima Kenanten, Jalan Raya Bypass Mojokerto, di traffic light perempatan Panjer dan Awang-Awang, Kecamatan Mojosari. Selain itu ada di perempatan SMAN 1 Puri atau di Jalan Jayanegara menuju arah kota.
Nurul, warga lainnya menambahkan, PMKS di sejumlah lokasi membuatnya prihatin. ’’Tidak malah berkurang. Malah semakin bertambah,’’ ungkapnya. Menurutnya, tak sedikit pengemis masih berusia di bawah umur juga berkeliaran. ’’Kenapa ya masih ada. Ini yang salah orang tuanya atau pemerintah,’’ sesalnya. (ori/ris)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
