
MERUGI: Kondisi lahan sawah di Kecamatan Kraton yang terendam banjir selama sepekan lebih. Akibatnya, ratusan hektare sawah mengalami gagal panen.
JawaPos.com – Ratusan petani di Kabupaten Pasuruan berduka. Pasalnya, padi yang mulai tumbuh tiba-tiba tak bisa dipanen. Lantaran dalam 10 hari ini, air menggenangi sawah mereka. Data Dinas Pertanian (Disperta) setempat, tercatat 220 hektare sawah yang gagal panen alias mengalami puso. Kondisi ini terjadi di 7 desa di Kecamatan Kraton.
Di antaranya, Desa Plinggisan, Sidogiri, Tambakrejo, Kraton, Kalirejo, Semare, dan Pulokerto. Semua lahan sawah banyak yang mati karena petani baru masa tanam yang usianya sekitar 15 hari.
Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Pasuruan Ihwan mengatakan, ratusan sawah yang gagal panen itu karena terendam genangan banjir terlalu lama. Bahkan, hingga lebih dari sepekan. “Untuk sawah yang puso adalah sawah yang sudah terendam lama hingga 7 hari. Selain itu, juga karena lahan baru saja ditanam sehingga langsung mati,” ungkapnya.
“Karena baru tanam dan kemudian terkena genangan air hingga seminggu, maka sawahnya langsung mati alias puso,” imbuhnya. Sejatinya, di Kabupaten Pasuruan jumlah lahan sawah yang terendam memang lebih banyak.
Namun, sebagian besar hanya terendam sekitar 2 sampai 3 hari saja. Sehingga, tidak sampai menyebabkan tanaman mati. Sedangkan di beberapa daerah seperti Bangil, mulai Kalirejo, Tambakan, dan Kalianyar, lahan sawah memang terendam.
Tapi, di lahan tersebut belum ditanami. Disperta pun langung mengirimkan surat permintaan bantuan benih ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Jawa Timur.
Dari jumlah lahan 220 hektare, diharapkan akan ada bantuan satu hektarenya, sebanyak 25 kilogram benih padi. Namun, tetap biasanya akan ada proses verifikasi dari provinsi terkait bantuan benih akibat puso.
Dari jumlah 220 hektare tersebut, kerugian per hektarenya rata-rata Rp 3 juta. Sehingga, selama awal Januari ini. Total kerugian sawah akibat banjir sudah mencapai Rp 660 juta.
Sementara itu, banjir dan longsor yang terjadi beberapa hari terakhir, juga menyebabkan kerusakan sejumlah infrastruktur di wilayah Kabupaten Pasuruan. Akibatnya, Pemkab Pasuruan mengalami kerugian besar.
Sebab, butuh dana relatif besar untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Bakti Djati Permana menuturkan, sejumlah infrastruktur rusak diterjang banjir dan longsor yang terjadi beberapa hari terakhir.
Mulai jalan yang ambrol, plengsengan jebol, dan sejumlah kerusakan lainnya. Bukan hanya fasilitas umum (fasum) yang lama dibangun. Karena fasum yang baru dibangun tak luput dari kerusakan. Hal inilah yang memicu kerugian yang cukup besar terhadap Pemkab Pasuruan.
Pihaknya mengaku, belum mengalkulasi secara detail kerugian materil yang disebabkan bencana longsor ataupun banjir di awal tahun ini. Namun, ditaksir kerugiannya mencapai Rp 2 miliar.
“Banyak kerusakan fasum imbas banjir dan longsor. Seperti jembatan di Sedodol yang jebol, plengsengan ambrol, dan sejumlah kerusakan lainnya. Kalau diperkirakan, kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp 1,5 miliar hingga Rp 2 miliar,” katanya.
Jumlah kerugian itu, bisa saja bertambah, melihat banjir maupun ancaman longsor yang masih bisa terjadi. Hal itu seiring dengan curah hujan yang masih cukup tinggi. Terlebih, musim penghujan diperkirakan masih akan berlangsung hingga Februari.
Menurut Bakti, kerusakan yang terjadi, tidak semuanya bisa dilakukan dengan cara kedaruratan. Seperti halnya jalan, yang harus dilakukan secara permanen.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
